Wujudkan Bali Bebas Rabies, Kementan Anggarkan Rp18 Miliar

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
15 Mar 2019   13:30

Komentar
Wujudkan Bali Bebas Rabies, Kementan Anggarkan Rp18 Miliar

Pemberian vaksinasi anti rabies di pulau dewata bali (Foto : Dok Kementan)

Trubus.id -- Guna mengendalikan dan memberantas penyakit anjing gila di Indonesia, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian gencar melakukan vaksinasi rabies. Kali ini, Kementan gencarkan vaksinasi rabies secara massal di Pulau Dewata Bali.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita mengungkapkan, Kementan mengalokasikan anggaran sebesar Rp18 miliar untuk mengendalikan rabies. Anggaran tersebut diakui Ketut untuk menyediakan sebanyak setengah juta lebih dosis khusus digunakan di Pulau Bali dalam pengendalian dan pemberantasan penyakit rabies.

"Bersama kita pastikan pelaksanaan vaksinasi rabies massal berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya" demikian disampaikan I Ketut melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (15/3).

Diakui Ketut, kegiatan vaksinasi rutin saja tidak cukup, untuk itu diperlukan sebuah gebrakan yang bisa menyadarkan seluruh elemen masyarakat khususnya di Bali untuk berantas penyakit rabies ini. 

Baca Lainnya : Tangani Penyakit Anjing Gila, Indonesia Jadi Tuan Rumah Rabies Risk Assesment di Asia Tenggara

Menurutnya, Pemerintah telah menjalankan program pengendalian dan pemberantasan rabies di Indonesia, antara lain melalui vaksinasi di wilayah tertular atau wilayah bebas yang terancam, surveilans, pengawasan lalu lintas hewan penular rabies (HPR), manajemen populasi HPR, serta bekerjasama dengan pihak kesehatan dalam rangka penanganan kasus gigitan yang terjadi.

Pemerintah menilai dampak penyebaran virus rabies di Bali sangat berpengaruh pada aspek ekonomi masyarakat, yang langsung dapat mencoreng citra positif pariwisata Pulau Bali sebagai destinasi dunia, selain itu juga menyebabkan efek buruk bagi psikologis masyarakat.

"Masyarakat akan menjadi tidak nyaman dengan adanya isu rabies sehingga ada rasa ketakutan apabila tergigit oleh anjing yang terinfeksi penyakit itu," lanjut Ketut. 

Berdasarkan data ISIKHNAS, kegiatan vaksinasi yang dilakukan pada periode Maret -Oktober 2018 di Bali telah mencapai 83.32 persen atau realisasi sebanyak 495.747 dosis. 

Oleh karena itu, komitmen dari petugas yang melaksanakan kegiatan vaksinasi perlu mendapat apresiasi, selain itu Kementan juga menghimbau masyarakat agar hewan peliharaannya yang termasuk kategori HPR divaksinasi rabies, hal ini merupakan bentuk kontribusi aktif dalam mewujudkan Bali Bebas Rabies. 

Dalam upaya mempercepat pelaksanaan vaksinasi massal, pada minggu ini telah dilakukan pelatihan vaksinator sebanyak 660 orang.

Baca Lainnya : Kementan Targetkan 2019 Bali Bebas Rabies

"Harapan kami dengan tim yang diturunkan untuk program vaksinasi yang lebih giat, intensif dan terkoordinir akan segera menekan kasus penyakit rabies" tambahnya lagi. 

Merespon hal tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, I Wayan Mardiana mengatakan, terkait pelaksanaan kegiatan vaksinasi massal rabies dari sisi logistik dan Tim sudah siap dan segera melakukan vaksinasi di seluruh pulau Bali. 

Pelaksanaan vaksinasi diprioritaskan menyasar pada daerah zona merah yang merupakan desa tertular rabies lalu menginjak ke desa zona kuning atau desa yang aksesnya berdekatan dengan desa yang masuk zona merah. Kemudian untuk memastikan tidak ada HPR yang tertinggal akan terus dilakukan penyisiran vaksinasi pada HPR. 

"Diharapkan warga yang punya hewan peliharaan yang masuk HPR (Hewan Penular Rabies), anjing, kucing dan kera, juga secara aktif untuk membawa hewan mereka ke posko yang telah disediakan" ungkap Wayan. [KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Jumlah Komodo di TNK Tinggal 2.800 Ekor

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan: