Besok Badai Matahari Diprediksi Terjang Bumi, BMKG: Tidak Berdampak Langsung di Indonesia

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
14 Mar 2019   22:15

Komentar
Besok Badai Matahari Diprediksi Terjang Bumi, BMKG: Tidak Berdampak Langsung di Indonesia

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Lembaga layanan cuaca Inggris Met Office telah memberikan peringatan bahwa Jumat (15/3) akan terjadi ledakan besar sinar kosmik dari matahari menuju Bumi. Dilansir dari laman Express, badai matahari itu dapat melumpuhkan GPS, sinyal ponsel, dan TV digital.

Kabar ini tentunya langsung viral di dunia maya. Hal yag sama juga melanda Indonesia. Namun menanggapi kabar tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mengungkapkan, badai matahari tidak akan berdampak langsung di Indonesia. Pun demikian, BMKG mengakui, badai matahari akan sampai ke bumi dalam waktu 48 jam. 

"Badainya badai minor G 1, jadi tidak terdampak langsung di Indonesia," ujar Kepala Bagian Humas BMKG, Akhmad Taufan Maulana, Kamis (14/3).

Baca Lainnya : Minggu Ini Badai Matahari Tiba di Bumi, Apa Dampaknya?

Menurutnya, hasil dari aktivitas Corona Mass Ejection (CME) merupakan ledakan plasma magnetik, yaitu solar flare. Hasil pengamatan aktivitas CME mengungkap plasma tersebut diperkirakan sampai ke bumi sekitar 48 jam dari ledakan.

"Nah, BMKG punya alat magnetometers yang dipasang di permukaan bumi, yang dapat mengkonfirmasi datangnya badai magnetik," katanya.

BMKG mengeluarkan indeks badai yang di sebut dengan Indeks K, sedangkan Indeks G merupakan indeks dampak dari Badai Magnetik.

"Kesimpulannya (dari indeks-indeks tersebut), diperkirakan badai matahari tidak terdampak langsung di Indonesia," ujarnya.

Fenomena badai matahari atau ledakan besar sinar kosmik dari matahari menuju bumi sendiri terjadi dari hasil lubang berbentuk ngarai di atmosfer atas Matahari. Celah panjang dan sempit di atmosfer Matahari, yang dikenal sebagai lubang koronal, melepaskan rentetan sinar kosmik. 

Laman web Space Weather menyatakan bahwa lubang akan berbentuk ngarai di atmosfer Matahari menghadap Bumi, dan itu memuntahkan aliran angin matahari ke arah Bumi. Pun demikian, menurut peneliti, badai geomagnetik minor G1 ini tidak lah berbahaya.

Baca Lainnya : Heboh Matahari Kembar Empat, LAPAN Ungkap Alasannya 

Sebagian besar, medan magnet Bumi melindungi manusia dari rentetan radiasi, tapi badai Matahari dapat mempengaruhi teknologi berbasis satelit. Angin Matahari dapat memanaskan atmosfer luar Bumi, yang menyebabkannya mengembang. Ini juga dapat mempengaruhi satelit di orbit, berpotensi menyebabkan kurangnya navigasi GPS, sinyal ponsel, dan TV satelit.

Selain itu, gelombang partikel dapat menyebabkan arus tinggi di magnetosfer, yang dapat menyebabkan arus lebih tinggi dari listrik normal di saluran listrik, mengakibatkan transformator listrik dan pembangkit listrik meledak dan kehilangan daya.

Jumlah radiasi yang lebih tinggi juga membuat orang rentan terhadap kanker. Met Office telah memperingatkan bahwa masyarakat akan menghadapi badai Matahari yang monumental di masa depan, yang dapat menghancurkan teknologi Inggris dan merugikan Inggris hampir £16 miliar atau setara Rp304 triliun. [RN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Jumlah Komodo di TNK Tinggal 2.800 Ekor

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan: