200 Hektare Lahan Sawit Rakyat di Kabupaten Langkat Diremajakan

TrubusNews
Reza Perdana | Followers 2
14 Mar 2019   23:00

Komentar
200 Hektare Lahan Sawit Rakyat di Kabupaten Langkat Diremajakan

Peremajaan sawit rakyat di Langkat sudah mencapai lebih dari 200 hektare. (Foto : Trubus.id/ Reza Perdana)

Trubus.id -- Sebanyak 101 petani sawit di Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut) melakukan replanting (diremajakan). Lahan sawit rakyat yang direplanting seluas 200 hektare.

Peremajaan lahan sawit rakyat ini dilakukan setelah mendapatkan pendanaan dari Crude Palm Oil (CPO) Fund yang disalurkan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit untuk tahun 2018. 

Pengawas BPDP-KS, Rusman Heriawan, bersama peneliti dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Dinas Perkebunan Sumatera Utara, Dinas Pertanian dan Perkebunan Langkat, meninjau lokasi penerima dana replanting yang dikelola anggota KUD Harta, diketuai Sarikat Bangun.

Baca Lainnya : Kejar Target, Pemerintah Segera Pangkas Persyaratan Program Peremajaan Sawit 

Rusman mengatakan, mereka meninjau lokasi untuk memastikan apakah porogram Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dijalankan. Karena prosesnya panjang, mulai dari pengumpulan dokumen, verifikasi hingga penyaluran dananya. 

"Kita ingin memastikan, rekomendasi teknis yang dikeluarkan Dirjenbun dijalankan. Ini membutuhkan persyaratan. Mulai dari petani, legalitas lahan, dan ada juga yang namanya offering letter. Baru keluar rekomtek," katanya, Kamis (14/3).

Rusman menyebut, pihaknya juga ingin memastikan koperasi atau kelompok tani penerima dana. Apakah dana sudah tersalurkan atau dana mandek di bank. Lalu, ketika disalurkan apakah program berjalan atau tidak. 

Baca Lainnya : Saluran Sudah Terbuka, Kementan Optimistis Peremajaan Lahan Sawit Rampung Tahun Ini 

"Untuk di sini secara umum dilaksanakan dengan baik. Hanya pengetahuan mengenai penyakit yang kurang dipahami," sebutnya. 

Sarikat mengungkapkan, jumlah anggota KUD 1.350 orang. Masing-masing memiliki lahan rata-rata 2 hektare, dan hanya 101 orang yang mendapatkan dana program peremajaan sawit. Dana sudah diterima petani sejak pertengahan 2018. 

"Yang disesalkan, banyak sekali campur tangan sana sini. Seakan-akan hebat kali. Ladahal petani hanya dapat Rp 25 juta. Saya harap tidak terjadi lagi lah karena sudah ada pengawas di BPDP-KS," ungkapnya.

Baca Lainnya : Dorong Produktivitas Ekspor, Pemerintah Tawarkan Solusi Peremajaan Sawit

Sarikat berharap, tidak hanya petani saja yang mendapatkan dukungan. Sebab, pihaknya sebagai wadah bagi petani sawit sudah menghabiskan Rp40 juta untuk sosialisasi PSR. Karena di tempatnya ada anggota koperasi, ada koperasi dan pengurus.

"Semua harus maju. Tidak hanya anggota saja. Juga soal persyaratan. Repot. Beda sedikit saja harus bolak-balik," ujarnya.

Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Utara, Herawaty menjelaskan, setelah peremajaan sawit dilaksanakan, petani harus memberikan peerawatan yang baik sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Bantuan yang diberikan hanya untuk pengolahan lahan hingga siap tananm, pembelian benih dan pupuk.

"Perawatan harus dilaksanakan petani," tandasnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: