7 Hari Pascabencana Longsor Labuan Bajo, Bantuan Logistik Terus Disalurkan

TrubusNews
Astri Sofyanti
14 Mar 2019   20:00 WIB

Komentar
7 Hari Pascabencana Longsor Labuan Bajo, Bantuan Logistik Terus Disalurkan

Longsor melanda Labuan Bajo sepekan lalu. (Foto : Doc/ ANTARA)

Trubus.id -- Jalur transportasi darat yang menghubungkan Labuan Bajo menuju Ruteng di Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan lumpuh akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi Kamis (7/3) lalu.

Kini, 7 hari pascabencana kondisi jalan dari Ruteng menuju Labuan Bajo mulai bisa dilalui mini bus dan roda dua.

“Kendaraan mini bus dan sepeda motor mulai bisa melalui jalur tersebut sejak, Rabu (13/3) kemarin,” Terang salah satu relawan, Suster Yosephine di Labuan Bajo, saat dihubungi Trubus.id, Kamis (14/3).

Selain itu, dirinya mengungkapkan, distribusi bantuan logistik khususnya sembako sudah didistribusikan ke sejumlah lokasi terdampak.

Baca Lainnya : Banjir dan Longsor di Manggarai Barat Tewaskan 7 Orang, 684 Mengungsi

“Jumlah logistik saya perkirakan cukup untuk warga di sini sampai dua bulan ke depan,” ujarnya.

Diakui Yosephine, antusias masyarakat untuk mendistribusikan bantuan logistik begitu tinggi, sehingga logistik cepat sampai ke sejumlah lokasi bencana.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bantuan yang disalurkan untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor ini tak hanya sembako, tapi juga keperluan rumah tangga, pakaian, hingga popok untuk bayi.

“Warga yang rumahnya tertimbun longsor memerlukan bantuan pakaian, susu, popok juga sangat dibutuhkan warga,” lanjutnya.

Selain itu, diakui Yosephine, ada dua ibu hamil yang sebentar lagi akan melahirkan turut menjadi korban bencana. Diakuinya ke dua ibu hamil ini berada di rumah warga sekitar karena rumahnya terdampak longsor.

Ratusan warga yang terdampak longsor di Desa Culun Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat mengungsi. Seperti diketahui, Desa Culun Kecamatan Mbeliling merupakan salah satu lokasi yang paling parah terdampak longsor.

Baca Lainnya : Banjir dan Tanah Longsor di Manggarai Barat karena Tanah Labil

“Tapi transportasi yang mau mengakses ke Desa Culun hari ini sudah bagus,” paparnya.

Di sekitar lokasi bencana, petugas tim SAR gabungan membangun tiga posko darurat untuk warga yang terdampak bencana. Selain itu, warga yang tidak terdampak bencana bahu-membahu membantu warga yang terdampak bencana.

Diakui Yosephine hingga hari ini sebanyak 250 warga mengungsi di tiga posko yang didirikan petugas di dekat lokasi bencana seperti di Kampung Roe, Desa Golo, Kampung Laos, dan Desa Culun Kecamatan Mbeliling.

“Warga yang tidak terdampak menampung warga lain yang terdampak longsor di rumahnya,” tandas Yosephine. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menkraf Dorong Indonesia Miliki Peta Geospasial Pariwisata

Peristiwa   22 Feb 2020 - 14:25 WIB
Bagikan: