Sebabkan Deforestasi, UNI Eropa Larang Penggunaan Biofuel pada Kendaraan Bermotor

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
14 Mar 2019   15:30

Komentar
Sebabkan Deforestasi, UNI Eropa Larang Penggunaan Biofuel pada Kendaraan Bermotor

Ilustrasi (Foto : Gimmi)

Trubus.id -- Komisi Uni Eropa (UE) memutuskan untuk melarang penggunaan bahan bakar kendaraan bermotor yang bersumber dari minyak kelapa sawit (CPO). Alasannya adalah, ketergantungan akan komoditas tersebut nantinya dapat menyebabkan deforestasi berlebihan. 

Komisi UE telah menerbitkan kriteria untuk menentukan komoditas apa saja yang mengakibatkan kerusakan hutan dan lingkungan. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari undang-undang baru UE untuk meningkatkan energi terbarukan menjadi 32 persen pada 2030 mendatang. 

Baca Lainnya : Pemerintah Terus Berjuang Melawan Stigma Negatif Sawit Kotor di Eropa

Komisi UE berkesimpulan bahwa 45 persen dari ekspansi produksi minyak sawit sejak 2008 silam telah mengakibatkan kerusakan hutan, lahan basah atau gambut, dan pelepasan gas rumah kaca yang dihasilkan. Penggunaan bahan baku biofuel yang lebih berbahaya akan ditutup secara bertahap pada 2019 hingga 2023 akan dikurangi menjadi nol pada 2030.

Persoalannya, keputusan tersebut berseberangan dengan kepentingan produsen sawit utama di dunia, seperti Indonesia dan Malaysia. Keputusan ini dianggap mengancam perjanjian dagang bebas di dunia. 

Sebagai balasan, Malaysia berupaya membatasi impor produk-produk Prancis atas rencana Prancis menghapus minyak kelapa sawit dari biofuel pada 2020.

Baca Lainnya : Indonesia Minta Pelabelan 'Bebas Minyak Sawit' oleh Uni Eropa Dihentikan

Kelompok Kampanye Transportasi dan Lingkungan menuturkan pelabelan minyak kelapa sawit sebagai komoditas berbahaya menjadi tonggak penting dalam perjuangan untuk mengenali dampak iklim. 

"Namun, kemenangan ini hanya sebagian karena minyak kedelai dan beberapa minyak sawit masih bisa diberi label 'hijau'," imbuh kelompok tersebut seperti dikutip Reuters. 

Pemerintah UE dan parlemennya memiliki waktu dua bulan untuk memutuskan menerima atau menolak keputusan tersebut. Dengan begitu, penjualan serta penggunaan produk sawit di Eropa akan semakin terbatas. Padahal, Eropa selama ini menjadi importir terbesar minyak sawit Indonesia. [RN]

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Monica Chandra 14 Mar 2019 - 18:25

mau numpang promosi bo kelinci99 menyediakan 18 live game dan 4 pasaran togel ya bos BBM : 2B1E7B84

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: