Luncurkan SWTS, KLHK Berharap Populasi Harimau Sumatera Meningkat

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
14 Mar 2019   11:30

Komentar
Luncurkan SWTS,  KLHK Berharap Populasi Harimau Sumatera Meningkat

Harimau Sumatera (Foto : Pixabay)

Trubus.id -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan Sumatera Wide Tiger Survey (SWTS) di Jakarta (13/3). Survei satwa liar yang dianggap terbesar di dunia tersebut diharapkan membawa perubahan pada peningkatan populasi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)  sebanyak dua kali lipat pada tahun 2022. 

Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial KLHK, Tandya Tjahjana mengatakan pelaksanaan kegiatan SWTS ini telah memasuki tahap kedua dimana dukungan dan partisipasi aktif para pihak harus semakin ditingkatkan dan terus disinergikan dengan kebijakan pembangunan wilayah di daerah. Survei satwa liar tersebut mengacu  dalam hal kemitraan, sumber daya manusia, serta cakupan wilayah.

SWTS pertama telah dilaksanakan pada tahun 2007-2009 dengan hasil temuan bahwa 72% wilayah survei masih dihuni oleh Harimau Sumatera. Menurut banyak ahli, kondisi tersebut dikatakan masih baik.

"SWTS pertama juga telah menjadi rujukan utama dalam penyusunan beberapa dokumen strategis konservasi Harimau Sumatera, baik dalam skala nasional maupun internasional,"jelas Tandy Tjahjana. 

Baca Lainnya: Sering Tidur di Lantai, Harimau Sumatera di TR Jambi Mati Karena Paru-paru Basah

Setelah kurang lebih 10 tahun, KLHK dan mitra kerja kembali melaksanakan SWTS pada tahap kedua. Sesuai dengan fungsi utamanya, kegiatan SWTS kedua ini dilaksanakan untuk mengevaluasi efektivitas upaya konservasi Harimau Sumatera yang telah berjalan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Menurut Tandya, habitat dan kantong populasi harimau banyak berkurang pada periode 1985-2008 akibat adanya perubahan tutupan hutan dan perubahan fungsi menjadi peruntukan lain. Selain itu, perburuan dan perdagangan ilegal serta terjadinya konflik manusia dengan harimau juga merupakan ancaman bagi kelestarian satwa dilindungi tersebut.

“Hasil kajian populasi dan habitat yang terbaru menunjukkan terdapat sekitar 604 ekor harimau yang hidup di alam liar. Harimau-harimau tersebut hidup di habitat yang tersisa di seluruh Sumatera. Inilah yang menjadi tantangan bagi kita semua dalam mempertahankan satu-satunya spesies harimau yang tersisa di Indonesia,” tutur Tandya.

Hariyo T. Wibisono, Koordinator Pelaksana SWTS menyatakan, “SWTS 2018-2019 adalah kegiatan survei satwa liar terbesar di dunia, baik dalam hal kemitraan, sumber daya manusia yang terlibat, maupun luasan wilayah.

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Monica Chandra 14 Mar 2019 - 18:24

mau numpang promosi bo kelinci99 menyediakan 18 live game dan 4 pasaran togel ya bos BBM : 2B1E7B84

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: