Mengantisipasi Serangan Hama di Musim Pancaroba, Agar Petani Tak Merana

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
14 Mar 2019   08:00

Komentar
Mengantisipasi Serangan Hama di Musim Pancaroba, Agar Petani Tak Merana

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Biasanya, hama penyakit yang menyerang komoditas pada suatu musim sifatnya tetap. Misalnya pada musim pancaroba, ulat akan menjadi hama utama pada beberapa komoditas seperti padi, kubis, cabai, dan bawang sehingga produktivitas menurun. Setelah mengetahui hama utama yang menyerang suatu komoditas pada musim tertentu, akan lebih mudah nantinya mengantisipasi ledakan hama tersebut.

Mengetahui Siklus Hidup OPT

Dengan mengetahui siklus hidup OPT, pencegahan pada perkembangbiakan hama tersebut akan lebih mudah dilakukan. Dengan begitu, dampak kerusakan yang parah bisa dihindari. Sebagai contoh hama ulat grayak (Spodoptera litura) yang umumnya menjadi hama pada semua jenis komoditas. 

Siklus hidup ulat grayak adalah telur-ulat (larva) - kepompong - imago (ngengat). Dari siklus hidupnya, fase yang paling membahayakan untuk petani adalah fase larva. Larva ulat grayak sangat aktif di malam hari dan menyerang tanaman dalam jumlah banyak. Sedang saat siang hari, mereka biasa sembunyi di tanah karena takut sinar matahari. 

Yang cukup mengerikan dari ulat grayak ini tentunya adalah perkembangbiakannya. Pasalnya, satu ekor ngengat betina bisa bertelur hingga sebanyak 3000 butir. Bisa dibayangkan berapa banyak larva yang nantinya menyerang tanaman bukan. 

Menentukan Cara Pengendalian

Usai mengetahui jenis hama yang menyerang dan fase hidupnya, maka langkah selanjutnya adalah menentukan langkah untuk mengendalikan populasinya. Dilansir dari berbagai sumber di bidang pertanian, berikut cara pengendaliannya:

1. Secara Alami: 

  • Membersihkan lingkungan dari sisa tanaman musim sebelumnya/rumput liar yang menjadi sumber hama penyakit.
  • Melakukan penanaman serempak dan tepat waktu. Langkah ini berguna untuk mengurangi populasi hama karena tidak ada tanaman yang mendahului yang jadi pengundang bagi hama. Sementara itu, tanam tepat waktu juga bisa digunakan sebagai pengamat/perkiraan datangnya hama.
  • Menyeimbangkan ekologi. Meningkatnya populasi hama bisa dipicu oleh terputusnya rantai makanan. Misalnya pada ulat, dengan berkurangnya populasi burung pemangsa, maka ulat akan berkembang lebih pesat. Untuk itu memperbaiki siklus rantai makanan sanat disarankan, semisal melepas unggas sebagai pengganti burung tadi.
  • Melakukan pergiliran varietas. Pergiliran varietas antar musim berguna untuk menghambat serangan hama karena apabila menggunakan varietas yang sama dalam kurun waktu lama akan menyebabkan resistensi pada hama utama.

2. Secara Kimia

Pengendalian hama secara kimia dilakukan dengan insektisida baik kontak maupun sistemik yang dilakukan pada sore hari. Bahan yang dibutuhkan antara lain seperti Arrivo 30 EC, Turex WP, Decis 2,5 EC, dan lain-lain dengan dosis sesuai anjuran. Interval pemberian dilakukan seminggu sekali apabila populasinya tinggi makan tingkat interval aplikasi sesuai dengan kondisi lahan. 

Namun patut diketahui, cara pengendalian ini dilakukan sebagai alternatif terakhir, bukan utama ketika pengendalian alami tidak dapat mengurangi populasi hama. Cara ini dilakukan setelah mengetahui siklus hama yang menyerang.

Contohnya pada kasus serangan ulat grayak yang memiliki 3 fase penting dalam hidupnya. Kita bisa mengendalikan populasinya dengan memutus salah satu siklus hidup ulat tersebut. Berikut ini siklus hidup yang dapat dopotong agar populasi terkendali:

  • Mengendalikan fase ngengat/kupu-kupu agar tidak bertelur
  • Mengendalikan telur apabila di lahan terlanjur sudah ditemukan banyak telur
  • Mengendalikan larva jika terlalu banyak yang dijumpai akibat keterlambatan menangani telur. 

Dengan menjalankan beberapa langkah tersebut di atas, musim pancaroba dan serangan hama sedikit banyak berpotensi mengurangi kerugian yang diderita petani. Namun demikian, jika langkah penanganan hama sudah dijalani, antisipasi juga faktor lain yang bisa terjadi karena peralihan musim yah. [RN]


 

 

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: