300 Siswa Terpapar Limbah Beracun, 34 Sekolah di Malaysia Ditutup Sementara

TrubusNews
Syahroni
13 Mar 2019   23:00 WIB

Komentar
300 Siswa Terpapar Limbah Beracun, 34 Sekolah di Malaysia Ditutup Sementara

Seorang siswa sekolah dilarikan ke rumah sakit usai keracunan limbah beracun. (Foto : Thesundaily)

Trubus.id -- Sebanyak 34 sekolah terpaksa ditutup Kementerian pendidikan Malaysia, Rabu (13/3). Sehari sebelumnya, 13 sekolah diantaranya sudah terlebih dahulu ditutup Selasa (12/3) kemarin terkait adanya laporan limbah beracun yang terbawa air sungai hingga membuat siswa, guru dan staf sekolah mengalami gejala keracunan. 

Pihak kementerian pendidikan Malaysia sebelumnya menduga, sebuah truk dengan sengaja membuang limbah beracun di dekat kawasan industri Pasir Gudang, Negara Bagian Johor, pada pekan lalu. Dampaknya, limbah tersebut mengalir dan mencemari sealiran air sungai tersebut.

Baca Lainnya : Abaikan Hewan Peliharaan, Warga Malaysia Terancam Denda Rp334 Juta

Limbah beracun itu sendiri menghasilkan asap yang kemudian terbawa angin. Ketika dihirup warga yang berada di sekitar aliran sungai, mereka langsung mengalami gejala keracunan, seperti mual dan muntah-muntah.

Akibat kejadian ini, sedikitnya 300 orang yang mayoritas adalah anak-anak, mendapat perawatan medis di klinik. Sementara itu, puluhan lainnya terpaksa dirawat di rumah sakit. 

Pun meski demikian, belum diketahui secara pasti apa kandungan limbah beracun yang mencemari sungai tersebut. 

Baca Lainnya : Setiap Hari,  300 Ton Limbah Medis Dibuang Secara Ilegal

Menteri Pendidikan Malaysia, Maszlee Malik sendiri telah mengunjungi daerah tersebut dan menyaksikan sendiri ketika sejumlah siswa dibawa ambulans ke klinik-klinik terdekat. Dia lalu memutuskan menutup 34 sekolah.

"Sayangnya, situasinya menjadi lebih kritis. Kementerian pendidikan melihat ini secara serius karena melibatkan kehidupan siswa, guru, dan staf sekolah," ujarnya, dikutip dari The Star, Rabu (13/3).

Sementara itu, seorang pria yang diduga terlibat membuang limbah telah ditangkap pihak kepolisian setempat tak lama setelah kasus ini mencuat. Pelaku akan didakwa di pengadilan pada Kamis mendatang. Karena ulahnya, dia terancam hukuman 5 tahun penjara jika terbukti bersalah melanggar UU Perlindungan Lingkungan. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: