Satu Desa di Manggarai Barat Masih Terisolir, Petugas Terpaksa Jalan Kaki Salurkan Bantuan

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
13 Mar 2019   15:30

Komentar
Satu Desa di Manggarai Barat Masih Terisolir, Petugas Terpaksa Jalan Kaki Salurkan Bantuan

Korban bencana alam di Manggarai Barat. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Thomas Bangke mengungkapkan, satu desa yang berada di Kecamatan Mbeling, Kabupaten Manggarai Barat, NTT sampai saat ini masih terisolir karena putusnya akses transportasi akibat longsor yang terjadi Kamis (7/3) silam.

“Desa Tondong Belang masih terisolir hingga hari ini, akses transportasi menuju desa itu lumpuh total,” terang Thomas kepada wartawan di Manggarai Barat, Rabu (13/3).

Lebih lanjut dikatakan Thomas, Desa Tondong Belang menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat bencana tanah longsor di Kabupaten Manggarai Barat Kepulauan Flores.

Baca Lainnya : Banjir dan Longsor di Manggarai Barat Tewaskan 7 Orang, 684 Mengungsi

Baca Lainnya : Banjir dan Tanah Longsor di Manggarai Barat karena Tanah Labil

Diakuinya, sampai hari ini akses transportasi menuju desa ini masih lumpuh total karena material longsoran sehingga kendaraan roda dua atupun roda empat tak dapat melintas. Ia menambahkan, petugas juga kesulitan mendistribusikan bantuan logistik untuk warga setempat.

“Sampai hari ini kendaraan dengan muatan logistik belum berhasil masuk ke Desa Tondong Belang. Jalan masih tertutup material longsor,” tambahnya.

Guna menyalurkan bantuan logistik, tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, BPBD, Tagana dan para relawan terpaksa berjalan kaki sejauh dua kilometer dengan membawa bantuan logistik ke Desa Tondong Belang.

"Kondisi jalan yang penuh dengan material longsoran menjadi kendala utama dalam pendistribusian logistik menuju Desa Tondong Belang. Akses yang bisa dilakukan hanya dengan jalan kaki sehingga distribusi logistik dilakukan dengan cara dipikul oleh dengan jalan kaki sepanjang 2 kilometer," pungkas Thomas. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: