Kementan Dorong Penerapan Sistem Pertanian Organik Subsektor Peternakan

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
12 Mar 2019   16:30

Komentar
Kementan Dorong Penerapan Sistem Pertanian Organik Subsektor Peternakan

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Fini Murfiani (kiri). (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan, terus berupaya mendorong penerapan sistem pertanian organik subsektor peternakan. 

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Fini Murfiani menuturkan, konsumsi komoditas organik kian melesat, seriring peningkatan tren gaya hidup baru di kalangan masyarakat. Dirinya juga menilai, kesadaran masyarakat akan konsumsi makanan organik atas dasar kesehatan sudah semakin tinggi.

Hal ini diperkuat dari data survei 2017 FiBL (Forschungsinstitut fur Biologischen landbau/Lembaga Riset Pertanian Organik) dan IFOAM-Organics International (The International Federation of Organic Agriculture Movements/Organisasi Organik Internasional) yang menyebut pemasaran pangan organik secara global tahun 2015 diestimasikan telah mencapai sekitar 75 juta euro. 

Baca Lainnya : Bertanam Padi Secara Organik Keuntungannya Menggiurkan

Di seluruh dunia telah ada sekitar 179 Negara yang berkecimpung dalam kegiatan organik dengan 3 negara produsen organik tertinggi, berturut-turut adalah India (585.000 unit), Ethiopia (203.602 unit), dan Mexico (200.039 unit). Sedangkan konsumen organik terbesar adalah Amerika Serikat (35,8 juta euro) diikuti oleh Jerman (8,6 euro) dan selanjutnya Perancis (5,5 eruro).

Diakui Fini, peluang pasar komoditas organik di dunia masih sangat luas dan Indonesia harus berupaya secara maksimal untuk dapat menciptakan produk pertanian khususnya peternakan organik.

Menurutnya, keberadaan produk organik yang lebih banyak ditemukan di ritel-ritel premium, disebabkan dari proses produksinya cara budidaya organik dilakukan dengan treatment khusus, mulai dari bebas bahan kimia, obat-obatan dan hormon sehingga produk tersebut bebas dari zat yang membahayakan kesehatan. Karena itu produk organik menjadi produk premium yang memiliki harga lebih tinggi daripada komoditas biasa.

Baca Lainnya : Bertanam Secara Organik, Membuat Petani Lebih Mandiri

Untuk itu, Kementerian Pertanian ingin mendorong pembangunan pertanian organik yang dinilai turut menyumbangkan pertumbuhan dunia sehingga mampu menghasilkan produk organik yang memiliki jaminan atas integritas sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat.  Guna mencapai tujuan tersebut, pemerintah telah mengeluarkan Permentan no.64/2013 tentang Sistem Pertanian Organik.

Diakui Fini, tahun 2019, Ditjen PKH dalam mendukung pertanian organik, telah memprogramkan peningkatan produksi komoditas organik subsektor peternakan melalui pilot project di beberapa unit pengolahan dalam 6 Provinsi antara lain: a) Pilot project Sertifikasi Pupuk Organik, dg lokasi di Provinsi Jawa Barat (Kab Subang dan Kab Bandung), Bali (kab Tabanan), Kaltim (Kota Balikpapan), Riau (Kab Indragiri Hulu) b ) Pilot Project Sertifikasi Susu kambing Organik, dg lokasi Provinsi Jawa Timur (Kab Trenggalek), dan c) Pilot project Sertifikasi Daging Ayam Organik, dengan lokasi Provinsi Lampung (Kota Metro). 

“Kegiatan pilot project ini dimaksudkan untuk membangkitkan kelembagaan kelompok peternak untuk bisa mengelola usaha peternakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas produksinya dalam menghasilkan produk organik” demikian disampaikan Fini dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (12/3).

Baca Lainnya : Bertanam Padi Secara Organik Keuntungannya Menggiurkan

Selain itu, Kementan juga akan bimbingan teknis yang juga diikuti dari Dinas yang membidangi fungsi Peternakan baik dari Provinsi maupun Kabupaten di Indonesia.

Pihaknya juga memberikan informasi terkait Kebijakan Sistem Pertanian Organik Subsektor Peternakan; Perkembangan Sistem Pertanian Organik Komoditas Peternakan di Domestik dan Internasional;Strategi Membangun Bisnis Organik, Bedah Standar Aspek Peternakan Organik; Proses Pengolahan Pupuk Organik sesuai SNI, pengujian mutu serta pengujian efektivitas dalam rangka memperoleh izin edar/nomor pendaftaran, bahkan sukses story sebagai pemacu semangat untuk mencapai keberhasilan. 

“Melalui bimbingan teknis diharapkan dapat menyebarkan ilmu/pengetahuan terhadap pelaksanaan sistem organik, untuk mendorong peningkatan produksi komoditas organik subsektor peternakan di Indonesia” tambahnya.

Pihaknya berharap, akhir 2019 nanti, peternakan organik di dalam negeri sudah berjalan, produk tersedia dipasar dan tersertifkasi serta sistem peternakan organik sudah implementatif. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: