Pertengahan Maret, Potensi Bencana Hidrometeorologi Masih Tinggi

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
12 Mar 2019   12:30

Komentar
Pertengahan Maret, Potensi Bencana Hidrometeorologi Masih Tinggi

Hujan, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pertengahan Maret 2019, sejumlah wilayah di Indonesia memasuki musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Tapi nyatanya, curah hujan di Kabupaten Kuningan, Majalengka, dan Cirebon Jawa Barat, masih tinggi. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn di Majalengka, Selasa (12/3).

Dirinya mengingatkan masyarakat di tiga kabupaten tersebut untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

“Memasuki minggu ke dua bulan Maret 2019, curah hujan di tiga kabupaten itu masih tinggi,” terang Ahmad di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Selasa (12/3).

Baca Lainnya: BPBD Jatim: Tuban, Gresik, dan Lamongan Masih Terendam Banjir

Dirinya melaporkan, Senin (11/3) akibat curah hujan tinggi, banjir melanda sejumlah titik di sekitar kabupaten Kuningan.

Berdasarkan data Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, banjir terjadi di Jalan Raya Cigadung, pertigaan Pertanian, depan Taman Cirendang, depan rest area Cirendang dan Pasar Baru Kuningan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, mengungkapkan, hujan lebat yang terjadi kemarin menyebabkan drainase di sejumlah titik lokasi tersebut tidak dapat menampung debit air hujan. Ditambah lagi, drainase di lokasi itu juga tersumbat sampah.

‘’Membuang sampah sembarangan, awal terjadinya bencana,’’ tegas Agus.

Untuk itu, pihaknya mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke drainase dan badan air lainnya. Sebab, hal ini sangat berisiko menyebabkan banjir, apalagi jika turun hujan lebat.

Baca Lainnya: Banjir dan Longsor di Manggarai Barat Tewaskan 7 Orang, 684 Mengungsi

Selain banjir, hujan lebat juga telah menyebabkan seorang siswa SDN Cigugur, Kelurahan/Kecamatan Cigugur, hanyut di selokan yang berarus deras. Bocah bernama Yusar itu kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa naas itu terjadi saat korban yang masih berusia 8 tahun itu pulang sekolah dalam kondisi hujan lebat, Senin (11/3) pukul 11.00 WIB. Dirinya terpeleset dan masuk ke dalam selokan yang debit airnya cukup deras. Korban langsung terseret dan hanyut terbawa derasnya air. Korban ditemukan sejauh 200 meter dari titik terpeleset sekitar pukul 11.30 WIB. Sayangnya nyawa bocah malang itu tidak tertolong. [RN/KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: