Antisipasi Cuaca Ekstrem, Petani Temanggung Belajar Ilmu Iklim

TrubusNews
Thomas Aquinus
12 Mar 2019   14:00 WIB

Komentar
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Petani Temanggung Belajar Ilmu Iklim

Aktivitas Sekolah Lapang Iklim (SLI) (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Puluhan petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dibekali ilmu iklim dalam Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tahap 3 di Desa Tegalsari, Kedu.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang, Tuban Wiyoso di Temanggung mengatakan, SLI ini untuk pembelajaran pada petani berkaitan dengan penanaman guna mengantisipasi iklim ekstrem.

"Bagaimanana mengadaptasi kondisi iklim kaitannya dengan penananman. Iklim itu sebenarnya kondisi cuaca rata-rata. Cuaca itu unsurnya ada suhu, kelembaban, curah hujan, angin dan sebagainya," katanya seperti dikutip dari Antaranews, Senin (11/3).

Dikatakannya, kegiatan SLI, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam rangka menyosialisasikan pentingnya informasi iklim dalam mendukung kegiatan pertanian di Indonesia.

Baca Lainnya : Inspiratif, Alasan Petani Ini Tolak Bantuan BSPS dari Pemerintah

"Kegiatan SLI merupakan cara BMKG sebagai penyedia informasi dan petani sebagai end user berinteraksi melalui penyuluh petani lapangan," ujar Tuban.

Menurut Tuban, dari beberapa kegiatan SLI Tahap 3 yang dilaksanakan selama satu musim tanam, secara umum menunjukkan peningkatan produksi dengan persentase hingga 30 persen dibanding rata-rata produksinya.

Hal ini menunjukkan dampak kegiatan SLI pada aktivitas kelompok tani yang telah mendapatkan pemahaman informasi iklim dan memanfaatkan produk informasi iklim dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

SLI Tahap 3 sendiri dilaksanakan di lahan persawahan dan saung yang sudah disiapkan, berada di hamparan persawahan milik kelompok tani di Desa Tegalsari, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung.

Baca Lainnya : Program Perhutanan Sosial Jokowi Ubah Kehidupan Petani di Garut

Lahan belajar berupa areal tanaman pangan sebanyak tiga petak atau kurang lebih seluas 2.000 meter persegi yang dibagi menjadi 30 titik pengamatan pada pertotongan garis diagonal serta lingkungan di sekitarnya.

"Petak belajar atau demplot dikelola sesuai kebiasaan petani setempat, baik dari segi pemupukan, pengairan, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT)," ujarnya.

Prinsip pendidikan SLI Tahap 3 sendiri adalah memberikan peran yang seluas-luasnya kepada petani untuk mengembangkan pengetahuan yang diperoleh dari hasil pengalamannya dan memadukan dengan informasi yang diperoleh dari para pemandu dalam rangka antisipasi dampak iklim ekstrim, juga materi dan praktik mengenai budidaya serta penanggulangan hama penyakit.

Selain itu, peserta juga dibekali materi tentang pengenalan alat ukur cuaca dan iklim, mengenal perbedaan cuaca dan iklim, proses pembentukan hujan, kadar air tanah, pemanfaatan informasi iklim untuk pertanian, penyimpangan iklim dan iklim ekstrem, pengaruh iklim terhadap OPT, dan kalender tanam. [NN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: