Tragis, Perbaikan Jalur Gunung Rinjani Pascagempa Terkendala Anggaran

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
12 Mar 2019   10:00

Komentar
Tragis, Perbaikan Jalur Gunung Rinjani Pascagempa Terkendala Anggaran

Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Usai Nusa Tenggara Barat (NTB) diguncang gempa beberapa waktu lalu, hingga saat ini Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) masih ditutup. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Sudiyono mengungkapan, pembukaan jalur pendakian diperkirakan selesai pada 2021 mendatang.

Padahal keberadaan pendaki ataupun wisatawan yang berkunjung ke Gunung Rinjani memberikan dampak besar pada pariwisata Pulau Lombok secara keseluruhan.

“Jika pemerintah ingin mempercepat normalisasi jalur pendakian usai gempa, harus turut mengalokasikan anggaran dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tahun ini diproyeksikan bisa selesai dan TNGR bisa secepatnya dibuka untuk umum,” demikian disampaikan Sudiyono melalui keterangan resminya, Selasa (12/3).

Baca Lainnya: 8 Bulan Usai Gempa, Pendakian Gunung Rinjani Masih Ditutup untuk Wisata

Pihaknya mengungkapkan, sesuai aturan penganggaran pemerintah, Balai TNGR baru dapat mengusulkan seluruh perbaikan sarana pendakian dan baru bisa direalisasikan pembangunannya pada 2020.

Menurutnya, seluruh jalur pendakian baru akan dibuka secara normal pada 2021 setelah perbaikan dan pembangunan sarana pendakian selesai.

Dirinya mengungkapkan, jika ada anggaran lain berasal dari pihak ke tiga seperti perusahaan swasta atau BUMN yang dapat menyuntikan anggaran untuk percepatan perbaikan jalur TNGR.

Baca Lainnya: Jokowi Ajak Pecinta Alam dan Wisatawan Kembali Mendaki Rinjani

Selain itu, proses pelaksanaan kegiatan pembangunan juga dapat menjadi hambatan yang perlu diantisipasi oleh pelaksana maupun perencana.

Hambatan perbaikan jalur pendakian mempunyai spesifikasi yang berbeda dengan pembangunan di tempat lain terkait medan yang berat berupa topografi pegunungan sehingga harga bahan-bahan bangunan menjadi lebih mahal akibat transportasi yang sulit dan keterbatasan tenaga kerja.

"Proses pelaksanaan kegiatan perlu melibatkan berbagai pihak, salah satunya keterlibatan anggota TNI yang mempunyai kemampuan dan jumlah SDM yang lebih baik," tandasnya. [RN/KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: