Tiga Bulan Berjalan, 15 Kapal Pencuri Ikan Tertangkap di Tahun 2019

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
12 Mar 2019   07:30

Komentar
Tiga Bulan Berjalan, 15 Kapal Pencuri Ikan Tertangkap di Tahun 2019

Kapal Penangkap Buah Segar (Foto : Dokumentasi PSDKP -KKP)

Trubus.id --  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, sejak awal tahun hingga 11 Maret 2019 telah menangkap sebanyak 15 kapal yang melakukan penangkapan ikan ilegal di kawasan perairan Indonesia. Penangkapan terakhir adalah dua kapal berbendera Malaysia yang ditangkap pada 11 Maret kemarin.

Kapal-kapal tersebut terdiri dari dari 11 kapal ikan asing dan 4 kapal perikanan Indonesia. Ke-11 kapal perikanan asing itu terdiri atas 6 kapal berbendera Malaysia dan 5 berbendera Vietnam.

Baca Lainnya : KRI Teuku Umar Tangkap Kapal Pencuri Ikan Vietnam di Perairan RI

"Setelah berhasil menangkap satu kapal ikan asing ilegal berbendera Vietnam pada Jumat (8/3), kali ini KKP kembali menangkap dua kapal ikan asing berbendera Malaysia," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Agus Suherman, di Jakarta, Senin (11/3).

Agus memaparkan, kedua kapal yang ditangkap itu adalah KM. PKFB 1109 dengan bobot 50,99 gross tonnage (GT) dengan jumlah awak kapal empat orang warga negara Myanmar. Kapal kedua yang ditangkap adalah KM. PPF 634 dengan bobot 49,07 GT dengan jumlah awak kapal lima orang warga negara Myanmar.

Kedua kapal tersebut ditangkap saat melakukan penangkapan ikan di WPP-NRI 571 ZEEI Selat Malaka sekitar pukul 10.15 WIB.

Baca Lainnya : Menteri Susi Pudjiastuti Kecam Kapal Pemerintah Vietnam yang Lindungi Pencurian Ikan 

"Kapal-kapal tersebut ditangkap karena melakukan penangkapan ikan di WPP-NRI tanpa dilengkapi dengan dokumen perizinan yang sah dari Pemerintah RI serta menggunakan alat tangkap yang dilarang jenis trawl," jelasnya.

Kapal ikan asing itu diduga melanggar Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Selanjutnya, kapal dikawal menuju Stasiun PSDKP Belawan Sumatera Utara, dan diperkirakan tiba pada Selasa (12/3) sekitar pukul 10.00 WIB untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan. [RN/KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: