Kementan: Dana Ganti Rugi Lahan Pertanian Terdampak Banjir Hanya untuk Peserta Asuransi

TrubusNews
Astri Sofyanti
11 Mar 2019   19:00 WIB

Komentar
Kementan: Dana Ganti Rugi Lahan Pertanian Terdampak Banjir Hanya untuk Peserta Asuransi

Banjir merendam sejumlah lahan sawah milik warga Ponorogo, Jawa Timur. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Pulau Jawa beberapa waktu belakangan ini tak hanya merendam pemukiman warga. Banjir juga berdampak pada lahan pertanian para petani.

Menanggapi kondisi ini, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Syukur Iswantono mengakui, pihaknya belum mengetahui pasti jumlah luasan lahan pertanian di Pulau Jawa yang terdampak banjir. Syukur juga belum mengetahui jumlah nominal kerugian yang diderita para petani akibat banjir.

Meski begitu Syukur mengatakan bahwa Kementerian Pertanian akan berupaya memberi ganti rugi kepada para petani yang terdampak banjir ini.

Baca Lainnya : Distan Jatim Dampingi Petani Terdampak Banjir untuk Dapat Asuransi

"Pemerintah saat ini sudah memberikan jaminan kepada petani karena masalah bencana alam kan tidak bisa kita hindari. Karena itu, kita sudah ada asuransi pangan, termasuk peternakan," terang Syukur di Yogyakarta, Senin (11/3).

Selain itu, pihaknya juga meminta para petani yang terdampak bencana banjir dan sudah masuk program asuransi agar tidak khawatir. Dirinya juga menegaskan, pemerintah akan memberikan ganti terhadap biaya operasional yang telah dikeluarkan oleh para petani mulai dari pupuk hingga benih.

Meski begitu, pihaknya menekankan jaminan ganti rugi sementara ini hanya akan didapatkan oleh petani yang mengikuti program asuransi pertanian. Dirinya menegaskan, belum mengetahui berapa anggaran yang akan dikeluarkan bagi petani yang lahan pertaniannya terdampak banjir tapi tidak mengikuti program asuransi.

Baca Lainnya : Pertanian di Madiun Rugi Rp8,5 Miliar karena Banjir

"Saya tidak tahu secara detail, tapi yang jelas cukuplah untuk memenuhi kebutuhan petani anggota asuransi, dan kami mengharapkan ke depan semakin banyak petani yang terlibat dalam asuransi," lanjut Syukur.

Dirinya juga meyakini bahwa lahan pertanian yang terdampak banjir tidak terlalu banyak dibandingkan dengan lahan pertanian yang tengah panen saat ini. 

Lebih lanjut diakui Syukur, sebelumnya pihaknya menekankan pemerintah sudah mengantisipasi kejadian ini. Dirinya juga menegaskan, bahkan stok pangan tetap cukup meski disejumlah wilayah lahan pertanian terendam banjir. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Warga Mekarsari Antusias Dalam Memanfaatkan Wastafel Portabel

Peristiwa   01 April 2020 - 21:29 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: