Jangan Sawit Lagi, Gubernur Riau Ingin Lahan Gambut yang Terbakar Ditanami Kopi

TrubusNews
M Syukur | Followers 2
11 Mar 2019   18:30

Komentar
Jangan Sawit Lagi, Gubernur Riau Ingin Lahan Gambut yang Terbakar Ditanami Kopi

Pameran berbagai produk pertanian selain sawit yang bisa dikembangkan di lahan gambut Riau. (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Gubernur Riau, Syamsuar, meminta lahan gambut yang terbakar tidak lagi ditanami sawit. Kopi liberika diharapnya menjadi pilihan petani karena selain bisa menjaga kesuburan gambut, tanaman tersebut sudah terbukti menjadi komoditas unggulan di Kepulauan Meranti.

Syamsuar mencontohkan kawasan Ransang, Kepulauan Meranti, di mana kopi liberika yang tumbuh subur di daerah dataran rendah, bergambut, dan tidak jauh dari permukaan laut. Produk kopi ini bahkan disebutnya sudah diekspor ke Malaysia.

"Itukan salah satu solusi, tidak berharap lagi gambut terbakar ditanami sawit. Ini juga merubah mindset masyarakat bahwa tidak tergantung sawit lagi," sebut Syamsuar di Pekanbaru, Senin (11/3).

Baca Lainnya : Agrosilvofishery Mampu Pulihkan Ekosistem Gambut Terdegradasi

Tidak hanya kopi, Syamsuar berharap nanas juga menjadi pilihan petani di lahan gambut terbakar. Solusi ini disebutnya penting merubah pola pikir bahwa sakit bukan segalanya di Riau.

"Tujuannya agar sawit terbakar tidak makin rusak ketika ditanam sawit," sebut pria yang baru dua pekan dilantik menjadi orang nomor satu di Bumi Lancang Kuning itu.

Menurut Syamsuar, penanaman kopi dan nanas di lahan gambut termasuk dalam program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Program ini bertujuan memberikan pengolahan lahan gambut bekas Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan ke masyarakat.

"Kemudian ada juga progam perhutanan sosial untuk meminimalisir konflik masyarakat dengan perusahaan, apalagi 52 persen lahan di Riau itu adalah gambut," terang Syamsuar.

Baca Lainnya : Kebakaran Lahan Gambut di Dumai Mendekati Bandara Pinang Kampai

Untuk kebun nanas sendiri, Kepala Badan Balai Karantina Pertanian Indonesia, Ali Jamil, menyebut sudah menjadi komoditas unggulan di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Nanas jenis madu tumbuh subur di sana dan sedang diusahakan untuk diekspor ke berbagai negara 

"Ini yang mau digarap bersama Provinsi Riau agar nantinya diekspor dari bandara dan pelabuhan di Riau, tidak dari provinsi tetangga," sebut Ali Jamil.

Ali sendiri datang ke Riau dalam rangka membicarakan agar komoditas ekspor di Riau tidak keluar dari provinsi tetangga. Menurutnya ini penting agar memberikan pemasukan dan menambah pendapatan asli daerah.

Sebagai informasi, Kopi Liberika di Rangsang, telah menjadi komoditas khas Kepulauan Meranti karena rasa dan aromanya yang berbeda dari yang lain.

Baca Lainnya : 10 Hari Kunjungan Dagang ke Mesir, Eksportir Kopi Indonesia Raup 600 Ribu Dolar

Jenis kopi yang saat ini mulai populer adalah Kopi Liberoit Komposit Meranti dan menjadi magnet daerah. Kopi yang berasal dari daerah Afrika Barat ini mampu tumbuh dengan baik di daerah Meranti. 

Tidak seperti kopi Liberika Jambi, kopi Meranti memiliki kadar keasaman yang rendah. Meskipun begitu, kadar asamnya tetap mantap dan pekat. Aroma nangka yang menjadi ciri khasnya pun tetap terasa cukup kuat. 

Potensi kopi Liberika Meranti memiliki luas sekitar 1.246 hektare dengan produksi mencapai 1.710,422 ton per tahun. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: