Tembus Tebing 230 Meter, Terowongan Nanjung Jadi Solusi Banjir di Bandung Selatan

TrubusNews
Binsar Marulitua
11 Mar 2019   09:00 WIB

Komentar
Tembus Tebing 230 Meter, Terowongan Nanjung Jadi Solusi Banjir di Bandung Selatan

Presiden Jokowi (Foto : Dok. Sekretariat kabinet)

Trubus.id -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap pembangunan dua terowongan Nanjung di Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat bisa mengurai banjir yang sudah menjadi momok setiap tahun. Pembangunan yang  sudah direncanakan sejak 15 tahun lalu diharapkan rampung akhir tahun ini (2019).

“Ini sudah rencana yang lama, dikaji, ini kita sekarang dalam proses kita kerjakan terowongan Nanjung ini sepanjang 230 meter, 2 terowongan,” kata Presiden Jokowi di Bandung, Minggu (10/3).

Jokowi menjelaskan dua terowongan Nanjung itu, menembus tebing sepanjang 230 meter. Jika pembangunan kedua terowongan ini selesai, maka bisa mengurangi banjir yang ada di Bandung Selatan. Terutama di daerah Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang. Saat ini, satu terowongan sudah rampung dan satu terowongan lainnya pengerjaan sudah separuh lebih.

Baca Lainnya: 22.105 Keluarga di Bandung Terdampak Banjir, Tinggi Air Capai 2,8 Meter

Mengenai kesulitan, ditambahkan Jokowi, yang pertama di Kabupaten sendiri tidak mempunyai kemampuan membangun ini, baik di Kabupaten maupun di Provinsi. Karena itu,  pemreintah pusat akan mengambil alih pengerjaannya.

“Kalau kita lapangannya. Dulu kan kita sudah pernah cek yang di kawasan retensi yang juga kita bangun di Cieunteung, kan sudah ke sana kita. Jadi kalau sudah itu kemudian diputuskan ya langsung dijalankan. Biasanya kita bekerja seperti itu, lapangannya kita lihat, kemudian perencanaan, perencanaan, perencanaan sudah lama, sudah lama, sudah lama sekali. Kita ini kan sudah memutuskan,” terang Presiden.

Selain Terowongan Nanjung, pemerintah juga tengah mengerjakan sejumlah infrastruktur penanganan banjir, seperti pembuatan kolam retensi Cieunteung Dayeuhkolot, embung Gedebage, floodway Sungai Citepus, dan Sungai Cisangkuy.

Baca Lainnya: 11 Kecamatan Dikepung Banjir, Kabupaten Bandung Siaga Darurat Banjir

Menurut Presiden, pengendalian banjir di kawasan Bandung Selatan dibutuhkan 182 hektare lahan untuk pembebasan kolam retensi. Ia menjelaskan, sepanjang itu memang bermanfaat ya dijelaskan kepada masyarakat kebutuhan lahan yang besar. 

“Jelaskan fungsinya untuk rakyat banyak, saya kira masyarakat juga akan memberikan ruangnya,” ucapnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

KKP Hentikan Sementara SPWP Ekspor Benih Bening Lobster

Peristiwa   26 Nov 2020 - 17:29 WIB
Bagikan:          
Bagikan: