Antisipasi Aktivitas Merapi, Warga Sleman Lakukan Ronda

TrubusNews
Astri Sofyanti
08 Mar 2019   12:00 WIB

Komentar
Antisipasi Aktivitas Merapi, Warga Sleman Lakukan Ronda

Gunung Merapi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Beberapa waktu terakhir ini, aktivitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta ini terus menerus melontarkan guguran lava pijar serta awan panas. 

Guna mewaspadai aktivitas lava pijar Gunung teraktif di dunia ini, warga yang tinggal di lereng gunung menghidupkan kembali ronda merapi. Ronda Merapi dilakukan agar warga waspada karena semakin seringnya terjadi guguran lava dan awan panas.

“Sejak beberapa hari ini, kami menghidupkan kembali kegiatan ronda merapi, seiring makin seringnya terjadi guguran lava dan awan panas beberapa hari terakhir ini," terang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan kepada Antara, Jumat (8/3).

Diakui Makwan, kegiatan ronda merapi ini juga dilakukan di desa lain yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KBR) III Merapi. Seperti yang dilakukan masyarakat di Desa Kinahrejo, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, di Dusun Turgo, Kecamatan Pakem dan daerah lain yang juga memiliki potensi bahaya lebih besar terhadap aktivitas merapi.

Selain itu, dikatakan Makwan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sleman juga turut andil dalam menjaga kondusifitas di lereng Merapi.

"Setiap saat TRC menyambangi warga yang tengah melakukan ronda merapi, sekaligus untuk mengecek dan melihat situasi dan kondisi Merapi," lanjutnya.

Dia mengatakan, komunikasi antarwarga yang sedang melakukan ronda juga penting agar bisa saling bertukar informasi terkait kondisi terkini dan koordinasi bisa menjadi mudah. "Komunikasi melalui HT selama ini berlangsung lancar," jelasnya.

Merespon hal tersebut, Kepala Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan Suroto mengatakan, sebagai salah satu langkah antisipasi meningkatnya aktivitas Merapi adalah dengan menghidupkan kembali ronda merapi.

Pihaknya menjelaskan, aktivitas Merapi memang tidak dapat diprediksi, termasuk luncuran awan panas guguran.

Suroto mengatakan, untuk ronda Merapi ini dilakukan warga pada masing-masing gardu atau poskamling mulai pukul 21.00 hingga 02.00 WIB. Bukan hanya warga saja namun komunitas relawan juga turut serta.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: