Sejak Dua Hari Lalu, 16 Desa di Kabupaten Tuban Dikepung Banjir

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
08 Mar 2019   10:30

Komentar
Sejak Dua Hari Lalu, 16 Desa di Kabupaten Tuban Dikepung Banjir

Banjir Tuban (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban melaporkan sebanyak 16 desa di empat kecamatan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dikepung banjir sejak dua hari lalu. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Tuban, Joko Ludiyono mengatakan sampai hari ke dua, belum ada tanda-tanda banjir akan surut.

Empat kecamatan di Kabupaten Tuban yang terisolir akibat banjir meliputi, Kecamatan Widang, Plumpang, Soko, dan Rengel.

Dikatakan Joko, di Kecamatan Widang misalnya, pihaknya mencatat setidaknya ada 7 desa yang dilanda banjir. Desa itu meliputi Desa Widang, Desa Patihan, Desa Ngadipuro, Desa Tegalsari, Desa Tegalrejo, Desa Kedung Harjo, dan Desa Simorejo yang tergenang.

Baca Lainnya: 12.495 KK Terdampak Banjir di 15 Kabupaten Jawa Timur

“Banjir paling parah itu terjadi di Desa Widang dengan total 180 Kepala Keluarga (KK),” demikian disampaikan Joko melalui keterangan tertulisnya di Tuban, Jawa Timur, Jumat (8/3).

Lebih lanjut Joko mengungkapkan, lahan pertanian yang meliputi jagung dan singkong milik warga yang tergenang banjir mencapai 70 hektare.

Sementara itu, diakui Joko, di Kecamatan Plumpang, terdapat Desa Kebomlati, Desa Kedungsoko, dan Desa Klotok yang tergenang banjir.

“Dari tiga desa ini, Desa Klotok menjadi wilayah terparah dengan 143 kepala keluarga (KK). Ketinggian air mencapai 30 sentimeter,” lanjutnya.

Selain itu, pihaknya juga mengugkapkan, banjir juga menggenangi 2 desa di Kecamatan Rengel, yakni Desa Tambakrejo dan Desa Karangtinoto. Di dua desa tersebut, lahan perkebunan warga, dua sekolah dasar, hingga jalan poros Desa Karangtinoto ke Tambakrejo terputus lantaran ketinggian air mencapai 60 sentimeter.

Baca Lainnya: 22.105 Keluarga di Bandung Terdampak Banjir, Tinggi Air Capai 2,8 Meter

Sementara di Kecamatan Soko, dua desa juga dilaporkan tergenang air yakni Desa Glagahsari dan Desa Sandingrowo.

Di Desa Glahsari banjir menggenang jalan poros antara Desa Glagahsari dan Desa Kenongo dan hanya bisa dilalui oleh kendaraa roda dua.

“Di Desa Sandingrowo, jalan desa setempat yang menghubungkan antara Desa Kenongosari dan Desa Sandingrowo tergenang dengan ketinggian 20 sampai 40 sentimeter,” tandas Joko.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: