NASA: Bumi Lebih Hijau dari 20 Tahun Lalu Berkat China dan India

TrubusNews
Thomas Aquinus
08 Mar 2019   08:30 WIB

Komentar
NASA:  Bumi Lebih Hijau dari 20 Tahun Lalu Berkat China dan India

Bumi lebih hijau berkat China dan India (Foto : Dok NASA)

Trubus.id -- NASA mempunyai kabar baik, dimana dunia saat ini menjadi lebih hijau dari pada 20 tahun yang lalu. Adalah peran besar dua negara China dan India yang telah memberikan dampak besar mendorong perubahan bumi menjadi lebih hijau. 

Berbeda dengan persepsi selama ini terhadap Cina dan India atas eksploitasi berlebihan atas tanah, air, dan sumber daya untuk keuntungan ekonomi, 2 negara tersebut justru bertanggung jawab atas penghijauan terbesar planet ini dalam dua dekade terakhir. Dua negara terpadat tersebut telah berhasil menerapkan program penanaman pohon yang ambisius dan meningkatkan implementasi dan teknologi mereka di bidang pertanian.

"India terus memecahkan rekor dunia dalam penanaman pohon, bahkan dengan 800.000 orang India menanam 50 juta pohon hanya dalam 24 jam", ujar Trevor Nace, ahli geologi, pendiri Science Trends seperti dilansir forbes.

Baca Lainnya : Pemanasan Global dan Pelayaran Ancam Keberlanjutan Paus Narwhal di Artik

Temuan baru oleh NASA ini diterbitkan dalam jurnal Nature Sustainability dengan membandingkan data satelit dari pertengahan 1990-an hingga menggunakan citra resolusi tinggi.

Awalnya, para peneliti menghubungkan perubahan itu dengan cuaca yang lebih hangat, iklim yang lebih basah, hingga fertilisasi dari penambahan karbon dioksida. Akan tetapi seorang ilmuwan peneliti di Ames Research Center NASA, Rama Nemani, menganggap bahwa 'manusia juga berkontribusi' dalam penghijauan ini. 

Rama Nemani menyebutkan bahwa memang ada program-program di China untuk melestarikan dan memperluas hutan, dan penanaman tanaman pangan di India.

Baca Lainnya : NASA Yakin Faktor Dominan Perubahan Iklim Akibat Ulah Manusia

"Sekarang kita tahu pengaruh langsung manusia adalah pendorong utama penghijauan bumi, kita perlu memasukkan faktor ini ke dalam model iklim kita," ujar Nemani. 

"Ini akan membantu para ilmuwan membuat prediksi yang lebih baik tentang perilaku berbagai sistem di bumi, yang akan membantu negara-negara membuat keputusan yang lebih baik tentang bagaimana dan kapan harus mengambil tindakan," jelasnya.    

NASA menggunakan Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) untuk mendapatkan gambaran rinci tentang vegetasi global Bumi melalui waktu. Teknik ini memberikan resolusi hingga 500 meter selama dua dekade terakhir.

Baca Lainnya : Ilmuan NASA Ungkap Letusan Gunung Agung Berpotensi Turunkan Suhu Bumi

Baik Cina dan India telah melalui fase deforestasi skala besar di tahun 1970-an dan 80-an, dimana telah menebangi hutan tua untuk pembangunan perkotaan dan pertanian. Namun, jelas bahwa ketika dihadapkan dengan masalah, manusia sangat mahir dalam menemukan solusi. Ketika fokus bergeser pada 90-an untuk mengurangi polusi udara dan tanah serta memerangi perubahan iklim, kedua negara tersebut membuat perubahan besar dalam penggunaan lahan mereka secara keseluruhan.

Sangat dianjurkan untuk melihat perubahan yang cepat dan tepat dalam tata kelola dan penggunaan lahan ketika dihadapkan pada dilema. Ini adalah sesuatu yang akan terus menjadi keterampilan yang diperlukan di dekade mendatang. [NN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: