BMKG Perkirakan Indonesia Masuk Musim Kemarau Mulai April

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
07 Mar 2019   20:00

Komentar
BMKG Perkirakan Indonesia Masuk Musim Kemarau Mulai April

Ilustrasi musim kemarau (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sekitar 80 persen wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau pada April hingga Juni 2019 mendatang.

Deputi Klimatologi BMKG Herizal menjelaskan, peralihan musim hujan ke musim kemarau dilihat dari adanya peralihan angin Monsun Baratan (Monsun Asia) ke angin Monsun Timuran (Monsun Australia).

“Peredaran angin Monsun tersebut dimulai dari wilayah Nusa Tenggara pada Maret, lalu di wilayah Bali, dan Jawa pada April, kemudian sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada Mei,” demikian disampaikan Herizan melalui siaran persnya yang diterima di Jakarta, Kamis (7/3).

Baca Lainnya : 80 Persen Wilayah Indonesia Memulai Musim Kemarau pada April 2019

Sementara itu, diakui Herizal, angin Monsun Australia sepenuhnya akan mendominasi di wilayah Indonesia pada Juni hingga Agustus 2019 mendatang.

“Dari 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 79 ZOM atau 23,1 persen diprediksi akan mengawali musim kemarau pada April yaitu di sebagian wilayah Nusa Tenggara, Bali dan Jawa,” tambah Herizal.

Sementara itu, pihaknya menjelaskan, sebanyak 99 ZOM atau 28,9 persen memasuki musim kemarau pada Mei meliputi sebagian Bali, Jawa, Sumatera dan sebagian Sulawesi. Sedangkan 96 ZOM atau 28,1 persen memulai musim kemarau pada Juni yaitu di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Baca Lainnya : Maret, Sumut Memasuki Musim Kemarau

“Diperkirakan sejumlah wilayah mengalami musim kemarau lebih awal yaitu sebagian wilayah NTT, NTB, Jawa Timur bagian timur, Jawa Tengah, Jawa Barat bagian tengah dan selatan, sebagian Lampung, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan dan Riau serta Kalimantan Timur dan Selatan,” ujarnya lebih lanjut.

Untuk itu, masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terlebih di wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dari normalnya seperti, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa bagian selatan dan utara, sebagian Sumatera, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara hingga ke Merauke.

Baca Lainnya : Masuk Musim Gugur Daun, Produksi Karet di Sumut Mulai Menurun

Lebih lanjut Herizal mengatakan, puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada Agustus dan September 2019.

“Maka daerah-daerah yang mengalami musim kemarau lebih kering diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan perhatian ekstra terutama yang rawan kebakaran hutan dan lahan,” pungkas Herizal. [NN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: