15 Rumah Jadi Korban Pergerakan Tanah dan Longsor di Banjarnegara

TrubusNews
Astri Sofyanti
06 Mar 2019   15:20 WIB

Komentar
15 Rumah Jadi Korban Pergerakan Tanah dan Longsor di Banjarnegara

Longsor Banjarnegara (Foto : blog.act.id)

Trubus.id -- Intensitas curah hujan yang masih berlangsung mengakibatkan pergerakan tanah terjadi di Grumbul Kalientok, Desa Kebutuhjurang, Pagedongan, Banjarnegara.

Kepala Desa Kebutuhjurang, Sujarwo mengungkapkan, akibat fenomena pergerakan tanah ini sejumlah rumah warga yang menjadi korban kondisinya memprihatinkan.

“Tembok, lantai dan pondasi sejumlah rumah warga merekah, beberapa rumah retak bahkan nyaris roboh,” terang Sujarwo di Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (6/3).

Akibat kondisi ini, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghimbau rumah yang menjadi korban pergerakan tanah agar dikosongkan karena membahayakan. Badan Geologi melaporkan ada 15 rumah warga yang terdampak pergerakan tanah.

"Pola retakan sudah membentuk tapal kuda," tambah Sujarwo.

Pembongkaran rumah-rumah terdampak itu dilakukan untuk mengurangi risiko bencana, baik korban jiwa ataupun harta benda. Langkah tersebut dilakukan untuk menyelamatkan isi rumah dan material bangunan yang masih bisa dimanfaatkan.

Sementara itu, informasi yang dikeluarkan Kepala Pelaksana Harian (Lakhar) BPBD Banjarnegara, Arif Rachman mengungkapkan, tujuan pembongkaran rumah warga yag terdampak pergerakan tanah adalah untuk memastikan keselamatan pemilik rumah.

Bahkan berdasarkan kajian tim geologi yang terjun langsung ke lokasi, rumah warga yang terdampak dinyatakan berada dalam zona merah rawan bencana dan tidak layak huni.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: