Pemanfaatan Pangan Lokal, Langkah Penanganan Stunting yang Cukup Potensial

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
04 Mar 2019   15:30

Komentar
Pemanfaatan Pangan Lokal, Langkah Penanganan Stunting yang Cukup Potensial

Ilustrasi (Foto : Doc/ Dispangan Pemprov Sumbar)

Stunting telah menjadi salah satu masalah gizi yang dialami penduduk Indonesia dan menjadi fokus pemerintah untuk menanggulanginya. Sebenarnya banyak cara untuk mengurangi prevalensinya, namun siapa sangka mengonsumsi singkong dapat menangkal penyakit stunting.

Singkong yang dapat dengan mudah dijumpai di Indonesia memiliki kandungan nutrisi yang dapat mencegah stunting. (Foto: Istimewa)

Berdasarkan riset Peneliti Ahmad Fathoni dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, singkong ternyata banyak kandungan nutrisi yang dapat mencegah stunting. Singkong mengandung empat nutrisi penting yang bisa memenuhi kebutuhan gizi seseorang dan jadi salah satu komoditas pangan karbohidrat tinggi. Bahkan, singkong juga sering dipakai menjadi bahan baku industri.

"Ada beberapa jenis singkong kandungan nutrisinya besar. Yaitu mentega 2 dan carvita 25, kandungan nutrisinya bisa mencegah stunting," ujar Ahmad.

Dikatakan Ahmad, dua jenis singkong tersebut mengandung empat nutrisi penting untuk mencegah stunting. Termasuk beta karoten vitamin A, zat besi, protein, dan seng. Menurutnya, nutrisi tersebut pasti dibutuhkan manusia, khususnya pada balita sampai anak-anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan. 

Selain memiliki kandungan tinggi nutrisi, kelebihan lain dari singkong adalah mudah ditanam di mana saja. Kondisi tanah di 34 provinsi Indonesia, sekalipun yang sering mengalami kekeringan bisa ditanami singkong. Indonesia bahkan menjadi negara ke-3 penghasil singkong, setelah Thailand dan Nigeria.

“Dari sini kita lihat bahwa singkong menarik, kita pergi kemana saja bisa makan singkong karena mudah ditanam. Bahkan bisa dijadikan makanan pokok pengganti nasi," terangnya. 

Selain singkong, pangan lokal lain yang telah terbukti mampu menangani stunting adalah daun kelor. Beberapa waktu lalu, Menteri Kesehatan RI (Menkes), Nila Moeloek mengungkapkan, konsumsi daun kelor mampu mencegah dan bahkan mengurangi stunting atau masalah kekurangan gizi di Indonesia. 

Daun kelor bisa digunakan menjadi sumber pangan alternatif yang bisa turunkan angka stunting. (foto: Istimewa)

Apalagi, ia juga menyebut jika daun kelor itu tidak ada di negara lain, hanya di Indonesia dan mudah dikembangkan. Karena itu pihaknya berharap daun kelor bisa menjadi sumber pangan alternatif lokal asli Indonesia yang bisa menurunkan angka stunting di Indonesia.

Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Yuly Astuti juga membenarkan temuan tersebut. “Sudah ada temuan memang di Surabaya, namanya Kampung ASI. Masyarakat di sana punya ada kebiasaan kalau ada perempuan hamil menanam daun kelor di pekarangan rumah,” ujarnya kepada Trubus.id saat ditemui di Graha LIPI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (28/2).

Diakui Yuly, awalnya kegunaan daun kelor itu untuk memperlancar ASI pada ibu hamil karena kandungan gizi daun kelor yang sangat tinggi. Untuk itu, cara yang paling sederhana untuk mencegah stunting menurut Yuly, salah satunya adalah dengan mengonsumsi olahan alami, seperti daun kelor ini. 

“Di sana itu ada pelatihan mengolah daun kelor sebagai makanan mulai dari dibuat pepes, sayur, bakwan, hingga diolah menjadi mie tanpa capuran tepung sama sekali,” ujar Yuly.

Dirinya berharap semakin banyak ibu hamil mengetahui pola makan serta pemberian nutrisi yang baik selama masa kehamilan sehingga bayi yang dilahirkannya nanti terhindar dari stunting karena mendapat nutrisi yang cukup. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: