Gubernur NTT Ancam Tutup Hotel yang Tabrak Aturan Sampah dan Lingkungan

TrubusNews
Astri Sofyanti
04 Mar 2019   18:00 WIB

Komentar
Gubernur NTT Ancam Tutup Hotel yang Tabrak Aturan Sampah dan Lingkungan

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu laiskodat ancam tutup hotel yang tak peduli sampah dan jaga lingkungan. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat merasa geram lantaran ada salah satu hotel di NTT yang tidak mengikutsertakan karyawannya dalam kegiatan pungut sampah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019, Senin (4/3).

Aksi pungut sampah yang digelar hari ini sendiri diikuti ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masayarakat. Ribuan orang ini dibagi ke enam titik di wilayah tersebut untuk membersihkan sampah yang menumpuk di sepanjang bibir pantai. Bahkan secara tegas Viktor mengancam akan menutup operasional hotel yang diduga milik salah seorang angota DPR tersebut.

Baca Lainnya : Gubernur NTT Siapkan Anggaran Rp100 M untuk Kembang Biak Komodo

"Kalau dia (karyawan) nggak turun tutup ini hotel, kemarin dia ikut rapat tapi dia nggak turun hari ini tutup, saya tidak peduli," tegas Viktor di Kupang, NTT, Senin (4/3).

Bahkan Viktor akan meminta kepala dinas untuk mengkroscek perizinan di seluruh kawasan NTT. Selain itu, pihaknya juga meminta bangunan hotel yang tidak sesuai untuk dibongkar.

Baca Lainnya : Ini Sebabnya Gubernur NTT Akan Tutup Taman Nasional Komodo Selama Setahun

"Kamu lihat nabrak atau tidak, kamu panggil ukur di mana sampai di mana langsung bongkar, nggak ada kompromi ya langsung bentuk bongkar. Nggak ada kompromi sudah nabrak aturan tapi tidak mau bersihin sampah di lingkungannya, dengar ya tidak ada kompromi. Mau siapa pun bilang itu perintah gubernur mulai hari ini, kau nggak usah pungut sampah pulang aja bentuk tim dan langsung ke sini," ujar Viktor.

Lebih lanjut Viktor menegaskan, jika ditemukan hotel yang masuk ke badan pantai untuk segera di bongkar. "Tolong dicek ini, ukur dia punya ini masuk badan pantai. Undang-undang pesisir masuk konservasi ini, harus periksa ni nabrak si badan pantai," ujarnya tegas. [RN]

 

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: