8 Provinsi di Indonesia Berpotensi Alami Karhutla Besar pada Juni 2019

TrubusNews
Binsar Marulitua
28 Feb 2019   21:30 WIB

Komentar
8 Provinsi di Indonesia Berpotensi Alami Karhutla Besar pada Juni 2019

Deputi bidang pencegahan dan kesiapsiagaan BNPB, Wisnu Widjajadi. (Foto : Trubus.id/ Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) memprediksi, delapan provinsi di bulan Juni 2019 mendatang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan. Jika tidak diantisipasi sejak dini kebakaran tersebut bakal menjadi yang terbesar.

"Ada delapan provinsi di bulan Juni yang berpotensi mengalami kebakaran hutan," ujar Deputi bidang pencegahan dan kesiapsiagaan BNPB, Wisnu Widjajadi di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (28/2).

Baca Lainnya : Riau Siaga Darurat Karhutla Hingga 8 Bulan

Wisnu menjelaskan, kedelapan provinsi tersebut termasuk Provinsi Riau yang kemungkinan besar terjadi kebakaran ulangan pada Maret dan Juni 2019. Sampai Minggu (25/2) Total luas lahan yang terbakar yang dicatat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau sebanyak 1.136 hektar.

"Jadi wilayah Riau itu ada dua semester, Maret akan berpotensi kebakaran lagi. Kemudian setelah itu akan terjadi lagi pada bulan Juni," tambahnya.

Ditambahkan Wisnu, salah satunya cara pencegahan adalah sosialisasi kepada masyarakat untuk terus berhati-hati dan waspada terhadap aktivitas yang bisa memicu daya bakar. Termasuk ikhwal berhati-hati dalam bertani dan berkebun. Selain itu segera tanggap dalam melakukan pemadaman dini.

"Makanya kita bentuk sel-sel masyarakat seperti masyarakat peduli api, desa tanggul bencana, dan sebagainya," paparnya.

Baca Lainnya : Kepala BNPB: 99 Persen Karhutla Terjadi Karena Prilaku Manusia

Adapun penyebab penyebab kebakaran hutan dan lahan yang paling sering terjadi di lahan gambut menurut pakar penelitian adalah akibat manusia. Hal itu diperparah dengan tingkat keasaman dan kekeringan cuaca kemarau di Indonesia yang menjadi penyebab turunnya air tanah di lahan gambut.

"Kalau air tanah di lahan gambut sudah turun di bawah 40 sentimeter, kemudian ada masyarakat yang tak sengaja membuang puntung rokok di situ, maka terjadilah kebakaran. Jadi kalau lahan gambutnya kering ya mudah terbakar," ujar Wisnu. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: