LIPI Kembangkan Singkong Jadi Pangan Lokal Pencegah Stunting 

TrubusNews
Astri Sofyanti
28 Feb 2019   14:43 WIB

Komentar
LIPI Kembangkan Singkong Jadi Pangan Lokal Pencegah Stunting 

Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Ahmad Fathoni (Foto : Astri Sofyanti/Trubus.id)

Trubus.id -- Tingginya prevalensi stunting di Indonesia masih menjadi persoalan pemerintah yang harus segera diselesaikan. Berbagai upaya perbaikan gizi terus didorong oleh pemerintah. Tujuannya adalah untuk mencegah dan mengurangi gangguan secara langsung (intervensi gizi spesifik) serta upaya untuk mencegah dan mengurangi gangguan secara tidak langsung (intervensi sensitif). 

Data Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) prevalensi gizi buruk yang memicu masalah stunting di Indonesia berada di angka 30,8 persen. Stunting sendiri adalah kondisi gizi kronis yang masih menjadi persoalan serius yang harus dituntaskan oleh pemerintah.

Sejumlah penelitian LIPI juga dilakukan untuk menekan angka stunting di Indonesia salah satunya dilakukan Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI lewat pengembangan singkong unggul kaya nutrisi. 

Baca Lainnya: Stunting Hingga Obesitas Masih Menghantui Indonesia di Tahun 2019

Diakui Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Ahmad Fathoni mengungkapkan Indonesia menjadi negara dengan produksi singkong terbesar nomor 3 dunia. Dirinya mengartikan bahwa seluruh wilayah di Indonesia ini bisa menghasilkan singkong. Kandungan nutrisi beta karoten, fe zn dan protein yang ada di singkong merupakan kandungan yang diperlukan oleh anak dengan stunting.

“Singkong merupakan salah satu komoditas pangan karbohidrat yang sangat baik untuk konsumsi maupun bahan baku industri. Tanaman ini memiliki sifat yang fleksibel karena dapat tumbuh dan berproduksi di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi pada tanah dengan pH asam hingga alkalin,” terang peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Ahmad Fathoni.

Fathoni mengungkapkan, sejumlah bibit unggul yang telah dihasilkan salah satunya adalah jenis Carvita hasil pemuliaan melalui metode varian somaklonal dan beberapa jenis lainnya. 

Baca Lainnya: Tips Mencegah Bayi Terlahir Stunting Sejak Sebelum Hamil

“Jenis ini sangat potensial dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai bahan pangan bernutrisi karena memiliki kandungan beta karoten yang tinggi,” ujar Fathoni. 

Selain pembibitan, LIPI juga mengembangkan singkong sebagai bahan pangan berkualitas melalui pengolahan pascapanen untuk menghasilkan produk tepung termodifikasi (mocaf) kaya beta-karoten, salah satunya untuk bahan baku pembuatan mie sayur. 

“Inovasi ini merupakan upaya mempertahankan kualitas nutrisi bahan pangan untuk berbagai produk olahan makanan," pungkasnya.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: