Meski Terjadi Karhutla, Menteri LHK Klaim Kualitas Udara di Indonesia Masih Baik

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
28 Feb 2019   12:00

Komentar
Meski Terjadi Karhutla, Menteri LHK Klaim Kualitas Udara di Indonesia Masih Baik

Kebakaran hutan di Riau (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Karhutla yang terparah saat ini terjadi di Pekanbaru, Riau. Bahkan akibat kebakaran hutan, sebagian wilayah di Riau diselimuti kabut asap.

Selain itu, kebakaran juga terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur. Tercatat kebakaran menghanguskan area hutan hingga 44 hektare dalam satu bulan terakhir.

Meski masih terjadi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Indonesia, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (LHK) Siti Nurbaya mengklaim kualitas udara di Indonesia masih sangat baik.

Baca Lainnya : Kabut Asap Selimuti Riau, Kemenkes Gerak Cepat Ambil Langkah Penanganan

Siti Nurbaya pun menuturkan bahwa kualitas udara di Lampung, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten dan Kalimantan Selatan masih sangat baik.

Diakui Siti, kondisi tutupan lahan, secara nasional berada dalam kecenderungan yang stabil. Meski begitu, dirinya tak menampik bahwa sebanyak delapan provinsi masih berada dalam kondisi waspada akibat luas tutupan lahannya sedikit, seperti Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa barat, Yogyakarta, Banten dan Bali.

Sementara, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (IKLH) dinilai sudah mampu memberikan potret status kualitas hidup dari tahun ke tahun. Meski belum memberikan gambaran yang utuh tentang permasalahan lingkungan hidup yang dihadapi dan kapasitas untuk merespon persoalan tersebut.

Baca Lainnya : Bengkalis Dikepung Kabut Asap, Sekolah Diliburkan Serta Puskesmas Disiagakan

“Saya kira sudah saatnya untuk menyempurnakan indeks ini dengan memasukan indeks yang mampu mengukur pressure (tekanan) permasalahan lingkungan hidup, menyempurnakan komponen-komponen indeks seperti menambah Indeks Kualitas Air Laut yang disampaikan Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Karliansyah dan Indeks yang mengukur kapasitas untuk merespon tekanan dan kondisi lingkungan hidup yang ada,” ujar Siti menjelaskan.

Menurutnya untuk melakukan pemulihan kerusakan lingkungan hidup juga harus melibatkan masyarakat mulai dari awal perencanaan, saat perencanaan dan pelaksanaanya. [RN/KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: