Bencana Tanah Terbelah di Banyumas, Warga Mengungsi

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
28 Feb 2019   11:00

Komentar
Bencana Tanah Terbelah di Banyumas, Warga Mengungsi

Tanah yang terbelah, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Intensitas hujan yang masih tinggi, mengakibatkan bencana pergerakan tanah di Desa Karangbawang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dilaporkan pergerakan tanah pertama kali terjadi pada 21 Februari 2019 lalu.

Tanah yang ambles awalnya sekitar 70 sampai 100 sentimeter. Laporan petugas di lapangan per 27 Februari 2019, retakan tanah sudah mencapai kedalaman 1,5 meter. Kondisi ini dikhawatirkan masih akan terus berlangsung.

Merespon hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terus memantau pergerakan tanah yang terjadi di Desa Karangbawang.

Baca Lainnya : Terdampak Pergerakan Tanah, Puluhan Warga Banjarnegara Tinggalkan Rumah

“Pergerakan tanah khususnya di Grumbul Kalisalak, Desa Karangbawang, Kecamatan Ajibarang, terjadi sejak tanggal 21 Februari 2019 masih terus berlangsung, warga sekitar merasa takut karena hujan masih terus berlangsung,” ujar salah satu Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Banyumas, Kusworo di Purwokerto, Kamis (28/2).

Lebih lanjut diakui Kusworo, berdasarkan hasil pendataan, dua rumah warga terdampak pergerakan tanah tersebut sejak amblesan pertama. Dilaporkan sejumlah rumah warga terdampak tanah retak. Rumah salah seorang warga bernama Sukardi mengalami retak pada bagian lantai hingga dinding. Bahkan tembok di area dapur saat ini kondisinya memprihatinkan dan hampir roboh. Melihat kondisi rumah yang berbahaya jika di huni, keluarga Sukardi telah mengungsi ke rumah anaknya.

Baca Lainnya : Hujan Deras Sebabkan 93 Rumah Terdampak Pergerakan Tanah

Warga lain yang rumahnya turut terdampak fenomena retakan tanah yakni Sumardi. Huniannya mengalami kerusakan pada fondasi dan cakar ayam bagian belakang sudah menggantung sehingga dirinya dan keluarga terpaksa harus mengungsi.

Sampai saat ini BPBD Kabupaten Banyumas masih melakukan pendataan dan menghitung kerugian materil yang diakibatkan oleh bencana retakan tanah. Dirinya juga melaporkan bahwa Kamis (28/2) retakan tanah sudah menjalar ke area persawahan yang letaknya di bawah permukiman penduduk.

“Retakan tanah di area persawahan mencapai 75 meter dengan lebar sekitar 50 meter,” ungkapnya.

Pihaknya terus mengimbau warga yang terdampak pergerakan tanah itu segera meninggalkan lokasi tanah yang ambles ketika terjadi hujan agar risiko bencana bisa sedini mungkin dicegah. [RN/KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: