Kabut Asap Selimuti Riau, Kemenkes Gerak Cepat Ambil Langkah Penanganan

TrubusNews
Astri Sofyanti
27 Feb 2019   14:30 WIB

Komentar
Kabut Asap Selimuti Riau, Kemenkes Gerak Cepat Ambil Langkah Penanganan

Karhutla (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kabut asap masih menyelimuti sejumlah kabupaten di Pekanbaru, Riau. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Dumai hingga Bengkalis. Bencana kabut asap pekat ini bahkan mendapat perhatian serius dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Pasalnya, karena paparan asap yang berasal dari karhutla bisa mengancam kesehatan.

Merespon hal tersebut, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Achmad Yurianto mengatakan, sejak terjadinya karhutla di Riau, pihaknya sudah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau untuk melakukan penanganan di bidang kesehatan.

“Dinas kesehatan Riau merupakan otoritas yang memiliki tanggung jawab langsung di bidang kesehatan. Sebab, bencana kabut asap ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat,” kata Achmat kepada wartawan di kantor Kementerian Kesehatan, Rabu (27/2).

Baca Lainnya: Karhutla Rambah Kalimantan, Kapolri Perintahkan Pencegahan Hingga Penindakan

Kemenkes juga terus memantau perkembangan melalui citra satelit PVMBG, hingga BMKG. Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah daerah setempat bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lembaga terkait supaya tidak membiarkan karhutla menyebar.

Dirinya menekankan, Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya promotif dan preventif dengan cara menyebarkan informasi kepada masyarakat jika asap kebakaran hutan mengandung karbon yang berbahaya bagi pernapasan, terutama bagi masyarakat yang mempunyai riwayat sakit jantung, paru-paru, asma, hingga bronchitis.

Baca Lainnya: Perangi Karhutla Riau, TNI AU Luncurkan Pesawat Casa 212 untuk Modifikasi Cuaca

Selain itu, Achmat meminta dinas kesehatan Riau harus menyiapkan obat-obatan untuk warga yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta membagikan masker di wilayah-wilayah yang beresiko tinggi terjadi kebakaran hutan.

“Sebenarnya untuk pembagian masker ke masyarakat, Dinkes setempat pasti bergerak cepat. Tapi hal ini kembali kepada masyarakatnya itu sendiri, mau menggunakannya atau tidak. Karena banyak laporan masker yang dibagikan kepada masyarakat hanya untuk menutupi mulut saja,” pungkasnya. [RN/KW]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: