Bencana Hidrometeorologi Ancam Warga Bogor Hingga Maret 2019

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
27 Feb 2019   13:30

Komentar
Bencana Hidrometeorologi Ancam Warga Bogor Hingga Maret 2019

Longosr di Bogor (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan, cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayah tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti, banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyebutkan, ancaman bencana hidrometeorologi ditetapkan hingga Maret 2019 mendatang. Hal ini seiring ditetapkannya Kabupaten Bogor siaga darurat bencana oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca Lainnya: 800 Rumah Terdampak Puting Beliung, Walikota Bogor Instruksikan Efektivitas Tanggap Darurat

“Kami telah menetapkan status siaga darurat bencana berdasarkan instruksi langsung dari Pemprov Jawa Barat, yang berlaku di Kabupaten Bogor,” ungkapnya di Bogor, Rabu (27/2).

Dirinya menguraikan, sebanyak 23 kecamatan di Kabupaten Bogor masuk dalam zona merah rawan bencana alam seperti banjir dan longsor. Hal ini terjadi lantaran curah hujan dengan intensitas ekstrem juga merata di wilayah Bogor sepanjang hari.

“Potensi bencana paling dikhawatirkan terjadi adalah longsor. Sebab, hujan dengan intensitas tinggi berpeluang menimbulkan pergeseran tanah yang mengakibatkan longsor,” ungkapnya.

Baca Lainnya: Angin Kencang Melanda, Kebun Raya Bogor Ditutup Sementara

Sementara itu, berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Bogor, terdapat 15 kecamatan dengan potensi longsor yang cukup tinggi antara lain Sukaraja, Tamansari, Megamendung, Cisarua, Suka Makmur, Cariu, Cigudeg, Leuwiliang, Tamansari, dan wilayah barat Kabupaten Bogor yang secara geografis terdiri dari perbukitan.

“Sejumlah wilayah yang berpotensi terjadi banjir meliputi di Tanjungsari, Cisarua, Cariu, Nanggung, Jonggol, Gunung Putri, Parung Panjang, Leuwiliang, dan Leuwisadeng. Sebagian besar kecamatan itu diapit oleh aliran sungai-sungai besar,” pungkasnya. [RN/KW[

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Jumlah Komodo di TNK Tinggal 2.800 Ekor

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan: