455 Kasus DBD Terjadi di Jogja dan Akan Terus Meningkat

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
27 Feb 2019   11:30

Komentar
455 Kasus DBD Terjadi di Jogja dan Akan Terus Meningkat

Demam Berdarah, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kepala Bidang Pencegahan dan Pengandalian Penyakit Dinas Kesehatan (P2P Dinkes) Yogyakarta, Berty Murtiningsih mengatakan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Yogyakarta masih akan terus meningkat. Hal ini mengingat intensitas hujan yang masih sering terjadi di kota pelajar tersebut.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Yogyakarta sampai tanggal 22 Februari 2019, DBD mencapai 455 kasus sejak awal Januari 2019.

Dinkes Yogyakarta juga terus mendorong dan mengimbau warga setempat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan membasmi nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue.

Baca Lainnya: Kasus DBD di Sleman Meningkat Hingga 400 Persen Dibanding Tahun Lalu

Untuk itu, Berty terus mensosialisasika pencegahan, salah satunya dengan melakukan gerakan 3M yaitu menguras, menutup dan mengubur.

"Kita terus tekankan pencegahan agar kasus DBD tidak meningkat, warga kita dorong untuk rajin melakukan 3M," terang Berty di Yogyakarta, Rabu (27/2).

Selain itu, pihaknya juga mengungkapkan ketika hujan masih terjadi, warga diminta untuk tidak membiarkan adanya tampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Ia menambahkan, kenaikan jumlah penderita DBD kali ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu di periode yang sama. Kenaikannya pun hampir dua kali lipat. Namun, Berty mengklaim kenaikan tersebut belum terlalu signifikan. Bahkan masih dalam batas wajar.

Baca Lainnya: Lagi, DBD Renggut 5 Korban di Jambi

"Tahun lalu (2018) pada bulan yang sama (Januari hingga Februari) hanya ada 200-an kasus. Sekarang ini (angka penderita DBD) mau naik. Siklus DBD itu rata-rata di DIY, setiap lima tahun itu ada peak, setelah itu turun lagi. Terus naik lagi," urai Berty.

Penderita DBD tertinggi ada di Kabupaten Sleman dengan angka 130 kasus. Kemudian Bantul dengan 116 kasus, Gunungkidul 96 kasus, Kota Yogyakarta 81 kasus dan Kulon Progo sebanyak 32 kasus.

Meski diperkirakan masih terus meningkat, Berty mengungkapkan sampai saat ini belum ada warga Yogyakarta yang meninggal akibat DBD. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: