Kementan - FAO Kembangkan Model Pasar Unggas BERSAMA di Jabodetabek

TrubusNews
Astri Sofyanti
26 Feb 2019   18:45 WIB

Komentar
Kementan - FAO Kembangkan Model Pasar Unggas BERSAMA di Jabodetabek

Kementan-FAO Kerja Jajaki Pasar Unggas BERSAMA di Jabodetabek. (Foto : Doc/ Kementan)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) RI bersama Food and Agriculture Organization (FAO) telah bekerja sama untuk membuat model Pasar Unggas BERSAMA (Bersih, Sehat, Aman) di wilayah Jabodetabek. Langkah tersebut diungkapkan oleh Kepala Subdirektorat Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan (P3H) Direktorat Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Arif Wicaksono.

Diakui Arif, selama ini pasar identik dengan lingkungan yang kotor, kumuh, becek, dan bau. Kondisi tersebut tentunya mengganggu kenyamanan. Tak hanya itu, kondisi pasar yang tidak bersih juga dapat menggangu kesehatan.

Dikatakan Arif, saat ini telah banyak usaha yang menjamin kesehatan pasar demi terciptanya kebersihan dan kenyamanan. Salah satunya dengan 'Pasar Unggas BERSAMA: Bersih, Sehat, Aman' yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan yang bekerja sama dengan Emergency Center for Transboundary Animal Diseases, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO ECTAD) di Indonesia.

Baca Lainnya : Beragam Kebijakan Kementan Bawa Angin Segar untuk Peternak Unggas Blitar

Program Pasar Unggas BERSAMA di Jabodetabek telah dilaksanakan selama 5 bulan sejak bulan Agustus hingga Desember 2018. 

"Kita berharap pasar Bersama menjadi pasar yang sehat dan bebas Penyakit Avian Influenza," demikian disampaikan Arif melalui siaran pers Kementerian Pertanian yang diterima Trubus.id di Jakarta, Selasa (26/2).

Lebih lanjut dikatakan Arif, Pilot Project Pasar dan RPU Binaan Kementan dan FAO ECTAD ini dilakukan di tiga lokasi pasar dan dua Rumah Potong Hewan dan Unggas (RPHU). 

Untuk Pasar BERSAMA terdapat dua pasar yang hanya menjual karkas dan satu pasar selain menjual karkas juga unggas hidup, serta 2 RPHU yaitu RPHU Rorotan dan RPHU PD. Risma Jaya Kabupaten Tangerang.

Baca Lainnya : Kerja Sama Dengan FAO, Kementan Bina Pasar Unggas yang Sehat

Sebelumnya Kementan dan FAO telah mengadakan pertemuan evaluasi kegiatan percontohan intervensi biosekuriti di rantai pasar unggas di wilayah Jabodetabek pada tanggal 21 Februari 2019. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, Dinas yang membidangi fungsi Peternakan, Dinas Kesehatan, pengelola pasar dan pengelola RPHU se-Jabodetabek. 

Hasil dari pertemuan tersebut disimpulkan bahwa lalu lintas unggas yang sangat tinggi di wilayah Jabodetabek menimbulkan risiko penularan penyakit, salah satunya penyakit Avian Influenza (AI) atau yang lebih dikenal dengan nama flu burung. 

“Untuk memutus rantai penyebaran virus AI pada rantai pasar unggas, maka dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan dari pelaku usaha dalam melakukan pembersihan dan desinfeksi di pasar,” ujar Arif kembali.

Baca Lainnya : Mudahkan Pengawasan, Surabaya Akan Bangun Rumah Potong Khusus Unggas

Kementerian Pertanian juga mendukung program yang membawa dampak positif bagi pencegahan penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia ini.

Pada pertemuan tersebut juga dibahas mengenai capaian dan tantangan dari program pembinaan percontohan pada Pasar Cariu di Kabupaten Bogor, Pasar Kemis di Kabupaten Tangerang, Pasar Senen di Jakarta Pusat, RPHU Risma Jaya di Kabupaten Tangerang dan RPHU Rorotan di Jakarta Utara. 

Arif mengatakan, pelaku usaha di pasar dan RPU Binaan diberikan pelatihan dan bantuan alat untuk melakukan pembersihan rutin sesuai standar kesehatan, serta penggunaan disinfektan yang tepat.

Baca Lainnya : Ini Saran Kementan Agar Peternak Unggas Kendalikan Flu Burung H9N2

“Pasar dan RPHU juga dibina untuk menerapkan biosekuriti di pasar yaitu upaya-upaya pencegahan terhadap infeksi kuman penyakit yang berasal dari produk dan lingkungan di pasar yang sudah tercemar,” ujar Arif menambahkan.

Sementara itu, Luuk Schoonman, Chief Technical Advisor FAO ECTAD Indonesia mengapresiasi keterlibatan lintas kementerian dan pihak swasta dalam mewujudkan kesehatan dan kebersihan pasar. 

“Menjaga kebersihan dan kesehatan di pasar adalah tanggung jawab semua pihak. Masyarakat kita memperoleh bahan pangan dari pasar. Jika pasar telah memenuhi standar kebersihan dan kesehatan, maka masyarakat juga akan terhindar dari beragam risiko penyakit berbahaya, khususnya penyakit yang menular dari hewan kepada manusia,” ungkap Schoonman. 

Dirinya berharap seluruh Kementerian dan Lembaga terkait dapat bersinergi untuk mewujudkan pangan yang aman bagi masyarakat. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: