Konflik Pencurian Ikan, TNI AL Lepaskan Tembakan Saat Kapal Pengawas Vietnam Bermanuver di Natuna

TrubusNews
Binsar Marulitua
26 Feb 2019   16:00 WIB

Komentar
Konflik Pencurian Ikan, TNI AL Lepaskan  Tembakan Saat Kapal Pengawas Vietnam Bermanuver  di   Natuna

Proses penangkapan kapal Vietnam di Natuna. (Foto : DOC/ Press Conference Menteri Kelautan dan Perikanan)

Trubus.id --   Pemberantasan penangkapan ikan (illegal fishing ) yang dilakukan pemerintah Indonesia cukup membuat Vietnam 'naik pitam'.  Manuver  kapal pengawas milik Vietnam KN-241 Vietnam Fisheries Resources Surviailance (VFRS) yang melindungi penangkap ikan dari negaranya, dibalas  tembakan peringatan dan  gertakan  meriam oleh TNI AL. 

"Kami berikan tembakan peringatan dengan peluru senjata ringan, setelah Meriam 76 mm sudah kita keluarkan. Alhamdulillah tidak terjadi peristiwa membahayakan dan tidak ada yang luka. Semuanya semangat, dan kapal perlindungan Vietnam menjauh " jelas Komandan Guspurla Armada 1, Laksma TNI Irvansyah di Bandung, Senin (25/2). 

Irvansyah mengatakan, gangguan yang dilakukan kapal milik pemerintah Vietnam itu terus dilakukan hingga sekitar 17 mil laut dari batas kontinen perairan Indonesia. Ia kemudian menceritakan, peristiwa itu sendiri terjadi Minggu (24/2) sekitar pukul 07.40 WIB. Saat itu kapal milik TNI Angkatan Laut, bernama KRI TOM-357 melakukan patroli dan berhasil mendapatkan 4 kapal berbendera Vietnam.

Baca Lainnya : Terus Berulang, Kapal Ikan Berbendera Vietnam Ditangkap tanpa Dokumen

Empat kapal tersebut yang menjadi target buruan adalah BV 525 TS, dengan muatan ikan 1 (satu) palka; BV 9487 TS, dengan muatan ikan 2 (dua) palka; BV 4923 TS, dengan muatan ikan 1 (satu) palka; BV 525 TS, dengan muatan kosong. 

Saat hendak dilakukan penindakan, keempat kapal tersebut tidak banyak melawan. Hanya saja, mereka terus menghindar dengan cara memutar-mutar. Petugas TNI yang menggunakan kapal berukuran lebih besar sempat kesulitan mengimbangi kecepatan kapal pencuri.

Namun akhirnya, keempat kapal tersebut menyerah setelah  pasukan yang menggunakan perahu karet diterjunkan. Keempat kapal itu kemudian langsung diambil alih oleh anggota TNI AL untuk kemudian digiring ke Tanjung Pinang.

"Empat kapal Vietnam kami tangkap. Sebagian ABK Vietnam dipindahkan ke KRI TOM-357," jelasnya. 

Sepekan sebelum penangkapan pencuri ikan asal Vietnam oleh TNI AL, armada patroli Indonesia milik Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kapal Pengawas Hiu Macan 01, melepas empat kapal Vietnam yang juga diduga menangkap ikan di kawasan utara Natuna.

Kapten Hiu Macan 01, Samson A.M.D  beralasan, sebelumnya ia dan petugas yang lain berhasil mengamankan keempat kapal tersebut. Kapal-kapal itu bernama KM KG 92549 TS GT. 165; KM KG 92596 TS GT. 111; KM KG 93973 TS GT. 164; dan KM KG 91689 TS GT. 110. Keempat kapal tersebut merupakan kapal penampung ikan dengan jumlah besar.

Baca Lainnya : Hebat, TNI AL Tangkap Kapal Penjarah Ikan Internasional Setelah 10 Tahun Buron

Setelah dua jam menggiring kapal menuju wilayah Indonesia, terjadi pengejaran oleh kapal pengawas milik Vietnam KN-241 Vietnam Fisheries Resources Surviailance (VFRS).

Terjadi adu argumen antara kedua belah pihak. Hingga akhirnya, Samson mengalah dan mengembalikan seluruh kapal sitaan beserta ABK Vietnam untuk menghindari konflik meski PSDKP punya bukti bahwa kapal-kapal itu telah memasuki wilayah Indonesia di utara Natuna.

Samson beralasan, keputusan diambil karena tak mau keselamatan anggotanya terancam, sehingga terpaksa melepaskan kapal-kapal pencuri itu kembali ke tangan Vietnam.

"Pada jarak dua mil mereka bergerak, mereka memotong haluan, kita komunikasikan lewat radio, mereka gak peduli, mereka terus jalan di depan kapal yang kita kawal," kata Samson. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: