Abaikan Hewan Peliharaan, Warga Malaysia Terancam Denda Rp334 Juta

TrubusNews
Astri Sofyanti
26 Feb 2019   12:00 WIB

Komentar
Abaikan Hewan Peliharaan, Warga Malaysia Terancam Denda Rp334 Juta

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Malaysia baru-baru ini mengeluarkan surat edaran yang menyebut bahwa pemerintah akan menetapkan denda hingga RM100.000 atau setara dengan Rp344 juta bagi warganya yang membuang hewan peliharaan.

Langkah tegas ini sendiri diambil karena Pemerintah Malaysia sebelumnya telah mengeluarkan peraturan yang menyebut bahwa membuang hewan peliharaan adalah tindakan kriminal menurut undang-undang.

Diberitakan New Straits Times, Selasa (26/2), pemilik yang membuang hewan peliharaannya akan dituntut dengan Animal Welfare Act 2015, undang-undang Malaysia yang mengatur mengenai kesejahteraan hewan.

Baca Lainnya : Kriminolog: Penegakan Hukum Lemah, Penganiayaan Satwa Terus Berulang

Berdasarkan pasal 29 undang-undang tersebut, tindakan seperti menyiksa hewan, pemotongan bagian tubuh mereka, termasuk juga membuang hewan peliharaan adalah sebuah kejahatan.

“Hal tersebut termasuk pelanggaran seperti memiliki tanpa alasan yang masuk akal, hewan apa pun yang menderita kesakitan dengan alasan mutilasi, kelaparan, kehausan, (tempat hidup) kepenuhan atau perlakuan buruk lainnya; meninggalkan hewan apa pun dalam keadaan di mana ia kemungkinan menderita trauma, rasa sakit atau karena dipindahkan, kelaparan, haus, cedera atau sakit," kata anggota Dewan Penasihat Animal Welfare Act 2015, Anthony Thanasayan sebagaimana dilansir New Straits Times, Selasa (26/2).

Lebih lanjut diakui Anthony, pelanggaran lain yang termasuk dalam pasal 29 termasuk tindakan secara sengaja atau kelalaian yang menyebabkan hewan apa pun keluar tanpa pengawasan di sembarang tempat yang terinfeksi penyakit menular, dan juga lalai menyebabkan hewan yang sakit, cacat, atau terluka mati di sembarang tempat.

Jika dinyatakan bersalah, pemilik hewan akan dapat dikenakan denda tidak kurang dari RM20.000 setara dengan Rp69 juta dan denda maksimal RM100.000 atau setara dengan Rp344 juta.

Baca Lainnya : Tega Aniaya Hewan, Indikasi Orang dengan Gangguan Kejiwaan?

Hal senada juga dikatakan oleh Pimpinan Ipoh Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ISPCA), Ricky Soong. Ia mengatakan, dalam pasal 24 Animal Welfare Act 2015, pemilik hewan para pemilik hewan dan pemegang lisensi memiliki tanggungjawab tertentu pada hewan yang ada di dalam perawatan mereka.

“Sebelum memutuskan memelihara hewan, mereka harus memiliki komitmen dan tangungjawab untuk memastikan kebutuhan hewan terpenuhi mulai dari memastikan lingkunga yang sesuai hingga tanggung jawab untuk melindungi hewan peliharaan mereka dari rasa sakit, penderitaan, cedera dan penyakit,” ujarnya.

Menurutnya, jika pemilih hewan gagal menjalankan kewajibannya, hewan peliharaan berhak diambil oleh pihak berwenang dan untuk orang tersebut akan dilarang untuk memelihara hewan lagi setidaknya selama satu tahun. Sementara bagi pemegang lisensi, izin mereka bisa dicabut sampai lima tahun dan dilarang untuk memiliki hewan peliharaan selama setahun. [RN]

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: