Tips Mencegah Bayi Terlahir Stunting Sejak Sebelum Hamil

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
26 Feb 2019   11:00

Komentar
Tips Mencegah Bayi Terlahir Stunting Sejak Sebelum Hamil

Kehamilan, ilustrasi (Foto : Pixabay)

Trubus.id -- Stunting sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Bahkan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI masih terus fokus untuk menekan angka balita stunting di Indonesia.

Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Penyebab utama stunting terutama disebabkan masalah gizi pada ibu dan anak, masalah gizi bukan hanya menjadi masalah kesehatan tetapi juga masalah makanan yang dikonsumsi terutama terkait dengan keamanan pangan dan mutu/kualitas pangan yang di makan oleh ibu dan anak.

Kondisi tersebut mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, yang mengakibatkan tinggi anak lebih rendah atau lebih pendek dari standar usia.

Baca Lainnya: Jokowi Sebut Angka Stunting di Indonesia Sudah Turun Jadi 30 Persen

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2013) Kementerian Kesehatan menyatakan, 4 dari 10 anak atau sekitar 37,2 persen mengalami stunting.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek berpesan kepada para orang tua, juga remaja selaku calon orang tua agar memahami bagaimana cara mencegah stunting, utamanya melalui perbaikan pola makan, pola pengasuhan, juga perhatikan kebersihan.

“Kalau tidak mau anak-anak kita stunting, kalau kasih makan anak-anak utamakan (sumber protein) untuk anak-anak dan ibu hamil dulu ya,” ujar Nila kepada Trubus.id beberapa waktu lalu.

Selain itu, Nila mengimbau khusus bagi para ibu hamil, agar selalu menjaga kehamilannya salah satunya dengan mencukupi kebutuhan gizi anak sejak 1000 hari pertama kehidupan.

“Sejak janin tumbuh dalam kandungan (270 hari) hingga usia 2 tahun kehidupan (730 hari), dengan ASI Eksklusif, makanan pendamping ASI,” urai Nila.

Masalah stunting sebenarnya dapat dicegah sejak dini oleh para calon ibu. Pencegahan stunting harus dimulai dari kesadaran sang ibu terlebih dahulu, mulai dari asupan gizi dan nutrisi yang tercukupi dan rutin berolahraga bisa menjadi langkah awal yang baik untuk menyiapkan diri sebelum kehamilan.

Baca Lainnya: Miris, 10 Desa di Kepulauan Bangka Belitung Masih Rawan Stunting

Selain itu, juga bisa ditunjang dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitain B9 dan asam folat yang baik saat mempersiapkan kehamilan sampai masa kehamilan tahap awal (trimester pertama)

“Vitamin B9 dan asam folat bisa ditemukan dalam sayuran hijau seperti bayam, brokoli, sawi dan selada, serta biji-bijian dan kacang-kacangan,” terang ahli gizi Rachel Olsen, baru-baru ini.

Makanan-makanan tersebut sangat penting untuk diingat oleh setiap calon ibu, karena anak yang mengalami stunting, kondisinya tidak dapat dikembalikan seperti anak normal lainnya.

Saat ibu hamil, makanan apapun yang dikonsumsi sang ibu akan siserap oleh bayi, jadi sang ibu harus benar-benar memakan makanan yang bergizi. Ketika ibu tidak memakan makanan bergizi, maka bayi di dalam kandungannya juga tidak akan menyerap apa-apa. Kondisi ini yang akan membuat anak mengalami stunting setelah dilahirkan.

Untuk itu, calon ibu harus melakukan pencegahan dengan makan makanan bergizi setiap hari, baik saat masa kehamilan dan  saat ibu memberikan ASI. Nutrisi tersebut yang nantinya membantu organ dalam bayi berkembang dengan normal.

Anak yang mengalami stunting akan menunjukkan sejumlah tanda lain selain bertubuh lebih pendek, yakni sang anak akan kesulitan dalam hal pelajaran karena otak terhambat, kemampuan kognitif yang lemah, mudah lelah, tidak seaktif anak-anak seusianya, yang yang paling parah ia rentan terhadap infeksi.

  1


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Jesi Gho 26 Feb 2019 - 13:12

permisi ya mau numpang promosi bo WwW DoT kelinci99 dOt ORG ada CS ANGELNA yang cantik BBM : 2B1E7B8

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: