Pagi Ini, Gunung Merapi Kembali Alami 8 Kali Gempa dan Guguran Awan Panas

TrubusNews
Astri Sofyanti
26 Feb 2019   09:54 WIB

Komentar
Pagi Ini, Gunung Merapi Kembali Alami 8 Kali Gempa dan Guguran Awan Panas

Gunung Merapi dengan guguran awan panasnya (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kabar terkini, Selasa (26/2), Gunung Merapi terus menunjukkan aktivitas kegempaan dan guguran awan panas.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), memperbarui aktivitas Gunung Merapi yang tercatat mengalami 8 kali gempa guguran dengan durasi 11 hingga 63 detik.

BPPTKG menyebutkan aktivitas tersebut tercatat mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB pagi tadi.

"Laporan pengamatan guguran Gunung Merapi tanggal 26/02/2019 periode 00.00-06.00 WIB. Berdasarkan data seismik, terekam 8 kali gempa guguran dengan durasi 11-63 detik. #StatusWaspada," tulis BPPTKG Yogyakarta melalui akun twitter @BPPTKG, Selasa (26/2).

Sampai saat ini BPPTKG masih menetapkan aktivitas Gunung Merapi pada Level 2 (Waspada).

Baca Lainnya: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Setinggi 1.100 Meter Mengarah ke Kali Gendol

Sementara itu, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegempaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyebut suplai magma Gunung Merapi saat ini masih tergolong dalam kategori rendah.

Senin (25/2), Gunung Merapi sempat mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur 1.100 meter dengan durasi 110 detik pada pukul 11.24 WIB. Luncuran awan panas itu mengarah ke Kali Gendol, namun tak teramati dari video pemantau (CCTV) karena cuaca yang berkabut.

Baca Lainnya: Merapi Beraksi Lagi, Alami 6 Gempa Guguran Pagi Ini

Meski begitu, diakui Hanik, masih ada dua kemungkinan yang terjadi setelah status waspada tersebut termasuk turun menjadi normal kembali. Menurutnya, kemungkinan tersebut dapat terjadi karena melihat suplai magma Gunung Merapi cenderung sangat kecil.

"Ingat status waspada itu masih bisa menjadi normal ya. Tidak harus (menjadi) awas. Kalau waspada itu bisa kembali ke normal, bisa juga meningkat," ujar Hanik.

  1


500 Karakter

Artikel Terkait

Kementan Ungkap Alasan Harga Pupuk Bersubsidi Naik

Peristiwa   20 Jan 2021 - 09:13 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan: