Kementan Dorong Kerjasama Petani Jagung di Lebak dengan Produsen Pakan Ternak

TrubusNews
Astri Sofyanti
25 Feb 2019   21:30 WIB

Komentar
Kementan Dorong Kerjasama Petani Jagung di Lebak dengan Produsen Pakan Ternak

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita dorong kerjasama petani jagung dan produsen pakan ternak. (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Guna menyerap lebih banyak produksi jagung, Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya memberdayakan petani/kelompok tani dan mendorong korporasi petani untuk bisa bekerja sama dengan produsen pakan ternak.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (kementan), I Ketut Diarmita saat dirinya mewakili Menteri Pertanian dalam acara Gerakan Panen Jagung Hibrida di lokasi Pilot Project Pengembangan Kawasan Jagung Berbasis Korporasi Petani di Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, Senin (25/02).

“Pilot project pengembangan kawasan jagung berbasis hibrida menjadi hal yang baru diinisiasi oleh Kementan,” demikian didampaikan Diarmita melalui siaran pers Kementerian Pertanian yang diterima Trubus.id di Jakarta Senin (25/2).

Baca Lainnya : Panen Jagung di Blora Melimpah, Kementan Dorong Kerjasama Petani dan Peternak Ayam

Diakui Diarmita, gerakan panen jagung ini juga bertujuan untuk memberikan semangat kepada para petani untuk mendukung swasembada jagung di tingkat nasional sebagai salah satu upaya menyukseskan kegiatan Pilot Project Pengembangan Kawasan Jagung Berbasis Korporasi Petani yang telah dilaksanakan sejak tahun 2018 lalu.

Diarmita berharap, pilot project ini mampu meningkatkan produktivitas petani yang semula rata-rata hanya sebesar 3 ton per hektare menjadi 7 sampai 8 ton per hektar. 

Selain itu diakui Diarmita, juga untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing wilayah, serta memperkuat sistem usaha tani secara utuh dalam satu manajemen kawasan.

"Pilot project ini tentunya juga akan memperkuat kelembagaan petani dalam mengakses informasi, teknologi, prasarana dan sarana publik, permodalan serta pengolahan dan pemasaran", ujarnya menambahkan.

Baca Lainnya : Kementan Ingin Kabupaten OKUS Jadi Sentra Produksi Jagung Nasional di Sumatra Selatan

Seperti diketahui, jagung merupakan komponen penting dan berkontribusi sebesar 40 sampai 50 persen dalam formulasi pakan unggas. Menurutnya, berdasarkan data prognosa jagung tahun 2018 Badan Ketahanan Pangan, dari total penggunaan jagung di Indonesia sebesar 15,58 juta ton dan sekitar 66,1 persen atau sekitar 10,3 juta ton untuk memenuhi kebutuhan industri pakan dan peternak mandiri.

Lebih lanjut Diarmita mengungkapkan bahwa pada tahun 2019 Industri pakan memerlukan 8,59 juta ton dan peternak mandiri 2,9 juta ton. Diakuinya, hal ini dapat menjadi pendorong bagi berkembangnya agribisnis jagung di Indonesia untuk peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Sekaligus sebagai motor penggerak pembangunan di pedesaan. 

Dengan adanya Pilot Project Kabupaten Lebak ini, Diarmita berharap, para petani dapat menyuplai kebutuhan jagung bagi produsen pakan dan peternak. Tidak hanya yang berada di wilayah Lebak, tapi juga kabupaten sekitarnya.

Diarmita mencatat, di Provinsi Banten terdapat setidaknya 16 perusahaan yang bergerak di industri pakan ternak. Melalui pengembangan kawasan jagung berbasis korporasi ini, pihaknya berharap ada kerjasama yang kuat antara kelompok tani maupun Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang berbudidaya jagung dengan Perum Bulog dan industri pakan untuk menjaga stabilitas harga jagung, agar minat petani untuk terus berbudidaya jagung terus terpelihara dalam rangka mendukung ketahanan pangan Indonesia.

Baca Lainnya : Lampaui Thailand, Produktivitas Jagung Indonesia Sudah Capai 5,2 Ton per Hektare

"Kita ingin petani jagung untung dan peternak juga untung", ujar I Ketut Diarmita.

Ia menyebutkan bahwa dasar aturan yang digunakan sebagai pedoman harga jagung adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 96 Tahun 2018 Tentang Harga Acuan Pembelian di tingkat petani dan harga acuan penjualan di tingkat konsumen.

Dalam Permendag ini harga pembelian jagung di tingkat petani dengan kadar air 15 persen sebesar Rp3.150 per kilogram (kg), dan harga acuan penjualan di industri pengguna (sebagai pakan ternak) Rp4.000 per kg.

“Peran Perum BULOG di sini sangat strategis dalam menjaga harga jagung pada saat panen raya seperti ini”, pungkasnya. [RN]

 
 
 
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Naik Jadi 2.858 Jiwa

Peristiwa   28 Feb 2020 - 12:04 WIB
Bagikan: