Fasilitator Daerah Destana di Sumut Dibekali Pengetahun Kebencanaan

TrubusNews
Karmin Winarta
23 Feb 2019   21:35 WIB

Komentar
Fasilitator Daerah Destana di Sumut Dibekali Pengetahun Kebencanaan

Peserta pembekalan kebencanaan (Foto : Reza Perdana)

Trubus.id -- Fasilitator daerah dibekali pengetahuan melalui pelatihan pembekalan untuk mewujudkan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan dilaksanakan di Aula BPBD Sumut, Jalan Medan-Binjai.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lilik Kurniawan mengatakan, ada sebanyak 25 fasilitator daerah yang mengikuti pelatihan, seluruhnya telah lulus menjadi fasilitator daerah.

“Destana adalah desa atau kelurahan yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana,” kata Lilik, Sabtu (23/2). 

Desa atau kelurahan itu juga harus mampu memulihkan diri dengan cepat dari berbagai dampak bencana. Pendirian Destana mengacu Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang upaya penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab bersama semua unsur.

“Yakni pemerintah, lembaga non-pemerintah, dunia usaha, dan partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskannya, pelatihan pembekalan fasilitator daerah bertujuan agar fasilitator mendapatkan kiat untuk mendampingi setiap desa atau kelurahan tangguh bencana yang sudah berjalan sejak tahun 2012 di Sumut. 

“Dengan harapan, menguatkan program Destana ini, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak risiko bencana, yang setiap saat bisa terjadi di daerahnya,” jelas Lilik. 

Di Sumut sudah terbentuk 150 Destana yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Trend yang terus meningkat sejak 2012 hingga 2018, menjadikan Sumut lebih maju dan berkembang dalam pembentukan Destana.

“Tentunya, saya sangat apresiasi dan bangga dengan BPBD Sumut yang menjadi pilot project Destana tahun 2019,” ungkapnya.

Materi pembekalan yang diberikan kepada fasilitator daerah antara lain Kebijakan Nasional Desa/Kelurahan Tangguh Bencana, Pengembangan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana Membangun Ketangguhan Masyarakat Multi Pihak, Manajemen Dasar Penanggulangan Bencana.

Kemudian Pengembangan Forum PRB Desa, Peran dan Fungsi Fasilitator Daerah, Penyusunan Rencana Kontijensi Desa, Peringatan Dini serta Evakuasi, Penyusunan Rencana PB dan Rencana Aksi Komunitas dan Karakteristik Bencana di Sumut.

BPBD Sumut selaku panitia pelaksana kegiatan menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten, seperti Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Lilik Kurniawan, Kasubdit Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Pangarso Suryatomo, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut, Siti Rahma. 

Selanjutnya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut, Holler Sinamo, Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis, dan Trainer Nasional pelaku Ketangguhan Masyarakat dalam Program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana, Syafri Nasution.

Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis menuturkan, wilayahnya termasuk daerah rawan bencana yang memiliki potensi risiko bencana yang tinggi. Diharapkan para fasilitator daerah tangguh dalam mendampingi masyarakat dengan azas kemanusian.

“Pembekalan ini sangat berguna sebagai kiat fasilitator mengetahui perkembangan program Destana di Sumut, serta sebagai motivasi untuk lebih tangguh mendampingi,” tandasnya. (RP)

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Menteri ESDM: Pemotongan Subsidi LPG 3 Kg Masih Kajian

Peristiwa   18 Jan 2020 - 14:11 WIB
Bagikan:          
Bagikan: