PLTU Suralaya Fasilitasi Nelayan Tradisional Cilegon dengan Lokasi Sandar Perahu

TrubusNews
Syahroni
22 Feb 2019   23:00 WIB

Komentar
PLTU Suralaya Fasilitasi Nelayan Tradisional Cilegon dengan Lokasi Sandar Perahu

Nelayan tradisional Cilegon dapat tempat bersandar baru. (Foto : Trubus.id/ Yandi)

Trubus.id -- Nelayan tradisional di Kota Cilegon, Banten, saat ini terus berupaya bertahan dari kepungan industri di Kota Baja itu. Beruntungnya, mereka diberikan lahan untuk sandar kapal oleh PLTU Suralaya, pembangkit listrik Jawa-Bali milik Indonesia Power, salah satu Badan Usaha Milik Negara. Mereka diberi sandar perahu, dengan harapan nelayan tradisional tetap lestari dan mampu terus mencari ikan di lautan. 

"Dulu sebelum ada proyek pembangunan unit 9 dan 10, nelayan menyandarkan kapal seadanya saja. Ketika itu perahu nelayan ditempatkan di pesisir pantai, saat itu pantai Kelapa Tujuh," kata Rebudin, ketua nelayan Rukun Suralaya yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cilegon, Jumat (22/02).

Baca Lainnya : Perahu dan Alat Tangkap Ikan Rusak, Nelayan Korban Tsunami Selat Sunda Tak Bisa Melaut 

Kelompok nelayan Rukun Suralaya sendiri beranggotakan 130 nelayan. Di tengah industri di Kota Baja, mereka bertahan mencari ikan secara tradisional. Nantinya, dilokasi sandar kapal itu, mampu memuat 100 unit perahu milik nelayan. Lokasi sandar kapal memiliki lebar 57 meter dan panjang 215 meter.

"Kolam bandar seluas 1,3 hektar tersebut akan mampu menampung perahu nelayan sekitar 100 unit," terangnya. 

PLTU Suralaya yang merupakan salah satu BUMN itu mengaku memberikan sebagian lahan milik PLTU Suralaya pembangkit Jawa-Bali, untuk melestarikan keberadaan nelayan tradisional dan menjaga kehidupan ekonomi mereka tetap berlangsung. 

Baca Lainnya : Ikan Makin Sulit Dicari, Nelayan Tradisional di Langkat Beralih Buru Cumi

"Pangkalan Nelayan itu memang berada di atas lahan PT Indonesia Power. Namun sebagai upaya azas manfaat terhadap masyarakat sekitar, maka lahan tersebut dikelola oleh masyarakat Suralaya khususnya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan," kata Kardi B Kasiran, koordinator pengerjaan unit 9 dan 10 PLTU Suralaya pembangkit listrik Jawa-Bali, Jumat (22/02).

Peran pemerintah pusat melalui Kesyahbandaran Otoritas dan Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, akan membantu nelayan tradisional untuk meningkatkan tangkapan lautnya. Seperti pelatihan penangkapan ikan yang baik sampai menerbitkan ijin perahu secara gratis.

"Nanti kita bantu nelayan menerbitkan sertifikat perahu mereka, tentunya gratis dan tidak dipungut biaya," kata Herwanto, Kepala KSOP Klas I Banten, Jumat (22/02). [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bambang Ismawan Ungkap Tantangan Mendirikan Majalah Trubus

Peristiwa   06 Des 2019 - 15:13 WIB
Bagikan: