Terdampak Pergerakan Tanah, Puluhan Warga Banjarnegara Tinggalkan Rumah

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
22 Feb 2019   20:00

Komentar
Terdampak Pergerakan Tanah, Puluhan Warga Banjarnegara Tinggalkan Rumah

Ilustrasi bencana pergerakan tanah. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Curah hujan yang tinggi memicu bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Fenomena pergerakan tanah yang terjadi karena struktur tanah yang labil saat diterpa hujan dengan intensitas tinggi, membawa petaka bagi warga Dusun Karangtengah, Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan.

Betapa tidak, tanah di wilayah tersebut menjadi aktif dan bergerak sehingga merusak puluhan bangunan. Pergerakan tanah yang terjadi juga mengakibatkan banyak rumah penduduk rusak. Dinding retak, bahkan terbelah.

Karena kondisi ini, warga banyak yang meninggalkan tempat tinggalnya. Mereka khawatir, pergerakan tanah yang memicu tanah longsor terjadi kapan saja dan bisa menimbun rumah mereka beserta isinya.

Baca Lainnya : Hati-hati Yah, Pergerakan Tanah Masih Terjadi di Banjarnegara

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Arief Rahman mengatakan, akibat fenomena pergerakan tanah, sebanyak 15 rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Ia menambahkan, sebanyak 6 rumah bahkan harus dibongkar untuk menyelamatkan material bangunan yang tersisa. Selain itu, 7 rumah lain juga terancam serta satu musala mengalami rusak ringan.

"Validasi data pengungsi dan kerusakan rumah masih dalam proses edit data sesuai perkembangan di lapangan. Akan dilaporkan berikutnya," ujarnya di Banjarnegara, Jumat (22/2).

Diakuinya, sebanyak 26 keluarga atau 87 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah penduduk lain yang lebih aman. Enam orang dilaporkan adalah balita, 2 bayi, 13 lanjut usia (lansia), serta 2 disabilitas.

Baca Lainnya : Ini Dia Wilayah-wilayah Rawan Pergerakan Tanah Menurut BNPB

Dirinya menambahkan, bahwa saat ini para warga telah berada di pengungsian yang tersebar di 16 titik di Desa Kebutuhjurang dan Kebutuhduwur. 

Selain memantau dan mendampingi pengungsi, petugas di lapangan juga memasang Early Warning System (EWS) manual di beberapa titik retakan tanah. EWS sendiri berfungsi untuk memberikan peringatan dini kepada warga saat pergerakan terjadi. Pasalnya, pergerakan tanah juga bisa mengindikasikan adanya tanah longsor.

“Kita harapkan, dengan pemasangan EWS ini, warga bisa mengantisipasi dampak longsor lebih awal sehingga risiko bencana dapat terkurangi,” pungkasnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: