Kasus DBD di Sleman Meningkat Hingga 400 Persen Dibanding Tahun Lalu

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
22 Feb 2019   21:00

Komentar
Kasus DBD di Sleman Meningkat Hingga 400 Persen Dibanding Tahun Lalu

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sejak awal tahun, setidaknya ada laporan kejadian 200.000 kasus DBD yang ditemukan di seluruh wilayah Indonesia. Di Kabupaten Sleman sendiri, kasus ini juga dilaporkan meningkat tajam.

Menurut data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, Yogyakarta, laporan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah tersebut naik hingga 400 persen dibanding tahun lalu. Ditambahkan, sampai Jumat (22/2), tercatat lebih dari 130 kasus DBD terjadi di wilayah tersebut.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Sleman, Dulzaini mengungkapkan, kasus DBD hampir menyebar ke seluruh kecamatan di Kabupaten Sleman.

Baca Lainnya : Musim Hujan Jangan Kendor, Bencana Hidrometeorologi dan DBD Tengah Meneror

Diakuinya hanya tiga kecamatan di Kabupaten Sleman yang terbebas dari kasus DBD yakni, Kecamatan Minggir, Kecamatan Turi dan Kecamatan Cangkringan.

“Tahun lalu pada periode yang hanya hanya terjadi sebanyak 30 kasus, jadi jika di jitung-hitung penularan DBD naik empat kali lipat,” terang Dulzaini di Desa Sidoagung, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Jumat (22/2).

Dari angka kasus itu, tidak kurang 200 orang meninggal dunia akibat DBD. Untuk mencegah meningkatknya kasus DBD, Dulzaini mengimbau masyarakat menumbuhkan kesadaran melakukan pemberantasan sarang nyamuk di rumah masing-masing.

Baca Lainnya : Waspada, DBD Telah Tewaskan 207 Orang Sejak Januari 2019

"Setiap rumah minimal harus ada satu juru pemantau jentik (jumantik)," ujarnya.

Diakui Dulzaini, selama Dinkes melakukan pemantauan DBD yang dilakukan di Dusun Kramen sendiri, ada sebanyak 77 rumah yang diperiksa dan 29 rumah di antaranya dinyatakan positif ditemukan jentik nyamuk. Pihaknya mengatakan, besaran angka Bebas Jentik (ABJ) di Dusun Kramen hanya sebesar 62,3 persen.

Merespon hal tersebut, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mendorong dan mengajak warga Sleman untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman DBD. Pihaknya juga meminta masyarakat untuk membersihkan lingkungan lebih giat agar jenjik-jentik nyamuk tak lagi ditemukan. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: