Pemprov Kalsel Berupaya Tingkatkan 36 Titik Geopark di Pegunungan Meratus

TrubusNews
Binsar Marulitua
22 Feb 2019   16:30 WIB

Komentar
Pemprov Kalsel Berupaya Tingkatkan 36 Titik Geopark di Pegunungan Meratus

Pemprov Kalsel akan kembangkan 36 titik di Geopark Meratus. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tengah berupaya mengembangkan 36 titik Taman Bumi (Geopark) di Pegunungan Meratus yang tersebar di 10 kabupaten di provinsi kaya sumber daya alam ini.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Selatan, Isharwanto mengatakan, penetapan status Pegunungan Meratus menjadi Geopark Nasional akan diikuti dengan langkah-langkah pembangunan oleh Pemprov Kalsel.

Geopark atau Taman Bumi sendiri adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi dan mengajak masyarakat setempat berperan serta melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya.

Baca Lainnya : Pengembangan Wisata Geopark Harus Sesuai dengan Karakteristik Wilayahnya

Menurut Isharwanto, penetapan status Pegunungan Meratus menjadi Geopark Nasional diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati di dalamnya.

"Keberadaan geopark akan membuat masyarakat yang dulunya menebang pohon di hutan, sekarang harus melindungi," katanya.

Melalui penetapan tersebut, Pemprov Kalsel juga akan mengupayakan agar hutan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar tanpa merusak hutan.

Penetapan Geopark Meratus merupakan upaya konkrit Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, dalam menyelematkan Meratus dari kerusakan. Beberapa langkah yang akan dilakukan Pemprov Kalsel menyelamatkan Meratus yaitu, membentuk badan pengelola geopark, masterplan pengembangan geopark dan meningkatkan infrastruktur di dalamnya.

Selain itu, meningkatkan jejaring dengan geopark yang ada baik skala nasional dan internasional, serta meningkatkan promosi wisata.

Isharwanto mengatakan, apabila geopark tidak dikembangkan dalam jangka 4 tahun ke depan, maka statusnya bisa dicabut.

"Makanya kami terus bergerak mengembangkan potensi Geopark Nasional Meratus ini," katanya.

Baca Lainnya : Pengembangan Geopark Perlu Sinkronisasi Aturan 

Bukan hanya di tingkat nasional, pihaknya juga berusaha meningkatkan status menjadi geopark internasional, sambil terus berupaya mengembangkan infrastruktur pendukungnya.

Pada 24 Februari 2019 nanti, Pemprov Kalsel akan mendeklarasikan Geopark Meratus di Kiram Park, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Acara ini sendiri akan dihadiri ribuan orang.

Selain itu, Pemprov juga akan mengembangkan 2 geosite prioritas yaitu Matang Keladan dan Geosite Kahung dengan menjadikan Desa Belangian menjadi desa wisata sebagai pintu utama.

Geopark Meratus menjadi yang pertama di Pulau Kalimantan dan memiliki keunikan dibanding geopark lainya. Keunikan tersebut, diantaranya Pegunungan Meratus merupakan sebuah pegunungan ofiolit tertua di dunia. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: