Polda Sumut Ungkap Sindikat Perdagangan Satwa Dilindungi, 16 Burung Langka Disita

TrubusNews
Reza Perdana | Followers 2
21 Feb 2019   20:30

Komentar
Polda Sumut Ungkap Sindikat Perdagangan Satwa Dilindungi, 16 Burung Langka Disita

Belasan jenis burung dilindungi disita jajaran Direskrimum Polda Sumut. (Foto : Trubus.id/ Reza Perdana)

Trubus.id -- Sindikat penjualan satwa langka ilegal berhasil diungkap petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditreskrimsus Polda Sumut). Dari pengungkapan ini, seorang pelaku ikut diamankan.

Pengungkapan tersebut berawal dari informasi yang diperoleh petugas Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumut. Informasi menyebut, adanya satwa langka jenis burung diperjualbelikan di kawasan Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan.

Baca Lainnya : Pelaku Perdagangan Satwa Dilindungi di Medsos Diamankan Polisi

Kasubdit IV/Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Herzoni Saragih mengatakan, informasi itu diperoleh pihaknya pada Rabu (20/2) sekitar pukul 13.00 WIB. Selanjutnya didampingi BBKSDA Sumut, mereka melakukan pengecekan di salah satu rumah, di Jalan Yos Sudarso, Gang Tower, Nomor 5, Lingkungan I, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.

“Kita berhasil mengamankan seorang tersangka bernama Robby. Barang bukti yang kita amankan berbagai jenis burung langka dilindungi, yaitu 5 ekor kakatua raja, 5 ekor kesturi raja, seekor rangkong, seekor kakatua maluku, seekor kakatua jambul kuning, dan tiga ekor kasuari anakan,” kata Herzoni, Kamis (21/2).

Baca Lainnya : Belasan Burung yang Disita BBKSDA Riau dari Tepi Jalan, Alami Stres Berat

Setelah mengamankan pelaku beserta barang bukti, berbagai jenis burung langka tersebut dibawa petugas ke Mapolda Sumut di Jalan Sisingamangaraja. Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan pengembangan guna mengungkap sindikat penjualan satwa langka lainnya.

Sementara itu, karena ulahnya, pelaku dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Peraturan berbunyi, barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: