Vegetasi Sanggup Menahan Terjangan Gelombang Tsunami di Bawah 10 Meter

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Feb 2019   17:30 WIB

Komentar
Vegetasi Sanggup Menahan Terjangan Gelombang Tsunami di Bawah 10 Meter

Peneliti Geoteknologi LIPI, Danny Hilman menyebut, vegetasi adalah solusi mengurangi dampak kehancuran daratan akibat tsunami. (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Pusat Peneliti Geoteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman mengungkapkan, penanaman pohon (vegetasi) di sekitar pesisir pantai bisa menjadi solusi efektif mengurangi amukan serta kehancuran daratan yang diakibatkan oleh bencana tsunami.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Geologi Pusgen (Pusat Studi Gempa Nasional) ini menjelaskan, ada tiga jenis pohon yang dinilai paling kuat untuk menahan terjangan tsunami. Pohon tersebut diantaranya adalah beringin, pohon alatat, dan pohon amentan. Pohon-pohon ini memiliki akar yang kuat sehingga efektif meredam arus tsunami.

Baca Lainnya : Gempa dan Tsunami Paling Banyak Makan Korban, Mitigasi Harus Dikuatkan

“Secara umum vegetasi sangat efektif meredam arus gelombang tsunami jika ketinggian air di bawah 10 meter, tapi jika ketinggian gelombang di atas 10 meter, vegetasi kurang maksimal untuk menahan arus air laut,” kata Danny Hilman di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (21/2).

Lebih lanjut Danny mengatakan, baru segelintir pantai di Indonesia yang memiliki vegetasi. Untuk itu, pihaknya berharap penanaman pohon di pesisir pantai terus dilanjutkan.

“Jadi jika ada peringatan tsunami, cobalah masyarakat naik ke atas pohon, Insya Allah selamat. Contohnya di Tanjung Lesung saat tsunami dahsyat melanda pesisir Banten, seorang polisi yang berada di dekat pantai selamat karena naik ke atas pohon,” ujar Danny.

Baca Lainnya : Pemuda Sumur Bangkit, Penghijauan di Lokasi Tsunami Selat Sunda Dimulai

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengungkapkan, selama ini banyak masyarakat keliru dengan bahaya tsunami.

“Saat terjadi tsunami bukan hanya air saja berbahaya tapi juga kecepatan air. Jika kecepatan air kencang maka sama saja menjadi mesin pebunuh bagi manusia karena akan membawa material,” ungkap Doni.

Mengingat Indonesia rentan terjadi tsunami ataupun gelombang tinggi, Doni mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran untuk menanam pohon di pinggir pantai.

“Jadi masyarakat tidak hanya selalu bergantung kepada pemerintah. Kalau hanya bergantung kepada pemerintah harus berapa ribu kilometer untuk membangun shalter dan menanam pohon,” tegas Doni. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: