Pendidikan Mitigasi Harus Disesuaikan dengan Karakteristik Ancaman Bencana Setiap Daerah

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Feb 2019   17:15 WIB

Komentar
Pendidikan Mitigasi Harus Disesuaikan dengan Karakteristik Ancaman Bencana Setiap Daerah

Kepala BNPB, Doni Monardo saat membuka konferensi pers dan pembekalan kebencanaan di Graha BNPB, Kamis (21/2). (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Ketangguhan dalam menghadapi bencana yang kerap terjadi di Indonesia, membuat masyarakat yang tinggal atau berada di wilayah rawan bencana menjadi prioritas utama untuk diedukasi. Pasalnya langkah ini dinilai mampu meminimalisir kerugian akibat bencana.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo menyampaikan, kerugian akibat terjadinya bencana, utamanya korban jiwa, menurutnya bisa dicegah.

Untuk itu, BNPB terus berupaya melakukan edukasi pentingnya memiliki ketangguhan dalam menghadapi bencana serta mitigasi kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana.

Baca Lainnya : Gempa dan Tsunami Paling Banyak Makan Korban, Mitigasi Harus Dikuatkan

“Saya kira kita (BNPB) harus kerja lebih keras, untuk memberikan informasi seputar kesiapsiagaan bencana dan cara melakukan mitigasi agar kerugian bisa dicegah,” kata Doni saat ditemui Trubus.id di Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (21/2).

Ia menyampaikan, seperti diketahui bersama, Indonesia merupakan negara yang berada di cincin api dan patahan lempeng sehingga rawan terjadi bencana alam khususnya gempa bumi, tsunami hingga tanah longsor.

Pun demikian, karakteristik ancaman bencana disetiap daerahnya berbeda-beda, sehingga edukasi yang diberikan pada masyarakat harus juga melihat dari risiko di masing-masing wilayah.

“Edukasi dan sosialisasi tidak bisa sama rata antara satu wilayah dengan wilayah lain, karena setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi bencananya yang berbeda,” lanjut Doni.

Baca Lainnya : Jonan: Jangan Ada Ego Institusi dalam Penanganan dan Mitigasi Bencana

Dikatakan Doni, pada global dunia, angka kematian korban jiwa akibat bencana juga sangat besar. Selama 20 tahun terakhir terdapat 1.220.701 korban jiwa akibat bencana.

Sementara data BNPB 10 tahun terakhir menyebut, jumlah korban jiwa akibat bencana di Indonesia mencapai 11.578 korban. Sementara, pada tahun 2018, jumlah korban jiwa akibat bencana alam mencapai 4.814 korban.

"Jumlah korban jiwa akibat bencana alam dunia melampaui jumlah korban jiwa akibat perang dunia," pungkasnya. [RN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: