8 Bulan Usai Gempa, Pendakian Gunung Rinjani Masih Ditutup untuk Wisata

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Feb 2019   16:00 WIB

Komentar
8 Bulan Usai Gempa, Pendakian Gunung Rinjani Masih Ditutup untuk Wisata

Jalur pendakian Gunung Rinjani hingga kini belum dibuka untuk umum. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Usai di guncang gempa dahsyat Juli 2018 lalu, beberapa lokasi wisata yang menjadi andalan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih belum beroperasi secara normal.

Dari sekian banyak lokasi wisata yang terdampak, pendakian Gunung Rinjani dan kunjungan ke Masjid Hubbul Wathan di Kompleks Islamic Center NTB yang belum kembali normal. Hal itu sendiri disampaikan Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal, Kamis (21/2). 

Terkait jalur pendakian Gunung Rinjani yang masih ditutup hingga saat ini, Faozal menyebutkan, langkah ini diambil lantaran Gunung Rinjani merupakan salah satu lokasi yang paling terdampak guncangan gempa.

Baca Lainnya : Jokowi Ajak Pecinta Alam dan Wisatawan Kembali Mendaki Rinjani

“Gunung Rinjani menjadi destinasi wisata paling terdampak gempa Juli lalu,” kata Faozal melalui keterangan tertulisnya, Kamis (21/2).

Selain kondisi jalur yang rusak usai gempa, Faozal mengungkapkan, Gunung Rinjani memang rutin melakukan penutupan karena kondisi cuaca yang tidak baik untuk pendakian selama periode Januari hingga Maret.

“Sebelum gempa, jalur pendakian Gunung Rinjani dibuka bulan April. Kita juga berharap April mendatang jalur pendakian sudah bisa dibuka untuk umum,” lanjutnya.

Diakui Faozal, pendakian Gunung Rinjani harus dibuka sesuai jadwal yaitu di bulan April karena menyesuaikan dengan agenda kalender pariwisata Rinjani 100. Berdasarkan laporan yang ia diterima, sampai saat ini lebih dari 4.000 pendaki telah mendaftar ikut Rinjani 100.

Baca Lainnya : Pascagempa Lombok, Terungkap Titik Longsor di 3 Jalur Pendakian Gunung Rinjani

“Kalau pelaksanaan Rinjani 100 batal, saya pasti menjadi orang pertama yang akan di bully,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Rinjani 100 merupakan ajang wisata olahraga andalan Lombok yang rutin dilakukan untuk menarik lebih banyak wisatawan datang ke Gunung Rinjani.

"Agenda Rinjani 100 sudah mendunia. Karena itu harus disiapkan dengan baik, tidak ada cara lain selain membuka jalur pendakian Rinjani secepatnya," tegas Faozal.

Faozal sendiri tak menampik bahwa sampai saat ini sektor pariwisata NTB usai gempa belum sepenuhnya pulih. Dirinya menilai wisatawan masih trauma dengan bencana gempa yang melanda NTB. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Upaya Outreach Sawit Indonesia Berkelanjutan di Slowakia

Peristiwa   16 Des 2019 - 09:20 WIB
Bagikan:          
Bagikan: