Kasus Rabies di NTB Semakin Merebak, Sampai ke Lombok?

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Feb 2019   09:30 WIB

Komentar
Kasus Rabies di NTB Semakin Merebak, Sampai ke Lombok?

Antisipasi rabies, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaporkan kasus rabies di wilayah tersebut kian merebak. Berdasarkan data Dinas Kesehatan NTB, enam orang dinyatakan meninggal dunia di Kabupaten Dompu sebagai lokasi pertama ditemukannya kasus rabies di NTB.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Nurhandini Eka Dewi di Mataram, mengungkapkan, hingga Rabu (20/2), jumlah rabies mencapai 761 kasus.  Dirinya menyatakan, kasus terbanyak berada di Kabupaten Dompu yakni 714 kasus, Sumbawa 21 kasus dan Bima 26 kasus.

“Kasus yang terbaru di Kabupaten Sumbawa ada 4 kasus, tapi sampai saat ini di Bima belum ada laporan kasus rabies,” kata Nurhandiri di Mataram, Kamis (21/2).

Kasus yang diakibatkan oleh gigitan anjing ini diakui Nurhandiri, Kabupaten Dompu dan Sumbawa telah ditetapkan kejadian luar biasa (KLB).

"Untuk upaya antisipasi dan pengobatan kami sudah membagikan serum anti rabies dan vaksin rabies di daerah terdampak rabies," ujar Nurhandini kembali.

Lebih lanjut dikatakan Nurhandini, pembagian vaksin dan serum anti rabies tersebut dilakukan agar virus rabies akibat gigitan anjing liar tidak sampai ke otak. Terlebih, jika virus rabies sudah sampai ke otak, seseorang yang terinfeksi bisa meninggal dunia.

Selain pembagian vaksin dan serum antirabies, kami bersama kabupaten kota sudah melakukan eliminasi anjing-anjing liar. Menurutnya, sampai saat ini, terpantau secara masif eliminasi dilakukan di Kabupaten Dompu, Bima dan Sumbawa sebagai daerah terdampak.

Pihaknya menegaskan, kasus rabies itu hanya meluas di kabupaten/kota di Pulau Sumbawa. Sedangkan, Pulau Lombok masih belum ada ditemukan rabies.

"Insya Allah, Lombok masih aman dan itu terbukti dari beberapa pemeriksaan anjing yang dilakukan, hasilnya negatif," ujarnya menambahkan.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Jagung Provit Alternatif Bahan Pangan Sehat

Inovasi   28 Sep 2020 - 20:52 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: