Tragedi Leuwigajah, Sejarah Ditetapkannya Hari Peduli Sampah Nasional

TrubusNews
Astri Sofyanti
20 Feb 2019   12:30 WIB

Komentar
Tragedi Leuwigajah, Sejarah Ditetapkannya Hari Peduli Sampah Nasional

Ilustrasi (Foto : Trubus.id/ Hadi Nugroho)

Trubus.id -- Sampai saat ini, sampah masih menjadi masalah yang dihadapi masyarakat di hampir seluruh penjuru dunia. Di Indonesia sendiri, pemerintah mash berjibaku mengatasi masalah ini. Targetnya, Indonesia bebas sampah pada tahun 2020.

Upaya yag dilakukan untuk menggapai target tersebut pun dilakukan. Sejumlah program-program baik dari segi pengelolaan hingga penerapan aturan larangan penggunaan kantong plastik diterapkan sebagai upaya menekan volume sampah.

Momentum untuk menggerakan masyarakat agar lebih peduli sampah pun diambil setiap Kementerian Negara dan Lingkungan Hidup setiap tanggal 21 Februari. Di tanggal tersebut, masyarakat Indonesia diingatkan kembali soal bahaya sampah dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional.

Baca Lainnya : Target Jokowi Membenahi Lingkungan Hidup Selanjutnya Fokus pada Pengurangan Sampah Plastik

Tanggal 21 Februari 2006 menjadi Hari Peduli Sampah yang pertama kalinya diperingati bangsa ini. Tanggal ini sendiri dipilih atas ide dan desakan dari sejumlah pihak untuk mengenang peristiwa di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 silam.

Tragedi longsornya gunungan sampah di TPA tersebut menjadi bukti dan pengingat kita bahwasanya sampah dapat menjadi mesin pembunuh yang bisa merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa.

Peristiwa naas yang terjadi 21 Februari 2005 silam itu sendiri terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah. Akibat kejaian itu, 157 jiwa melayang. Tak hanya itu, dua kampung (Cilimus dan pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah. Tragedi ini kontan memicu perhatian masyarakat. Hingga akhirnya tanggal terjadinya insiden itu dicanangkan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Kini Hari Peduli Sampah Nasional dijadikan momentum untuk membangun kesadaran masyarakat akan bahaya sampah jika tidak dikelola secara terpadu. Beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia mengajak masyarakat untuk masif melalukan pengelolaan sampah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuce, dan Recycle).

Baca Lainnya : Sambut Hari Sampah Nasional, Danau Griya Martubung Akan Dibersihkan Secara Massal

Tahun ini, Hari Peduli Sampah Nasional diperingati Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, bersama anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) di pesisir Pantai Galala Hative Kecil, Ambon. Rabu (20/2) pagi, Ibu Negara dan jajarannnya melakukan kegiatan sosial dengan memunguti sampah yang ada di sepanjang pesisir Pantai tersebut.

Kegiatan sosial ini juga turut diramaikan oleh ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana, Ibu Bhayangkari Polda Maluku, Jalasenastri Armada Timur, dan masyarakat Maluku. Pada kesempatan itu, Iriana berpesan kepada Istri Gubernur Maluku, Retty Assagaff agar Pantai Galala Hative Kecil dibersihkan sampai bersih.

"Gerakan ini tidak hanya hari ini saja. Saya serahkan ke Bu Gubernur tolong bersih-bersih pantai sampai bersih. Kami juga akan sosialisasi ke organisasi di kota-kota lain soal kegiatan ini," ujar Iriana. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Warga Mekarsari Antusias Dalam Memanfaatkan Wastafel Portabel

Peristiwa   01 April 2020 - 21:29 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: