Meski Belum Ada Kasus, Pemkot Medan Bentengi Warganya dari Wabah Leptospirosis

TrubusNews
Reza Perdana | Followers 2
20 Feb 2019   06:00

Komentar
Meski Belum Ada Kasus, Pemkot Medan Bentengi Warganya dari Wabah Leptospirosis

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dinas Kesehatan Kota Medan memastikan, penyakit leptospirosis tidak ditemukan di wilayahnya. Meski demikian, penyakit yang disebabkan akibat bakteri yang ditularkan dari kencing tikus ini sudah menjadi atensi.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Muthia N mengatakan, leptospirosis saat ini masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa daerah di Indonesia.

“Sampai saat ini, Kota Medan belum ada yang terkena penyakit leptospirosis,” kata dr. Muthia, Selasa(19/2).

Baca Lainnya : Dari 8 Wilayah Penyebaran Leptospirosis, Jateng Peringkat Pertama

Dijelaskannya, leptospirosis merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri, yang pada umumnya berasal dari air kencing tikus, yang disebabkan karena suatu tempat atau lokasi dalam kondisi yang kotor, seperti saat banjir, dan genangan air-air kotor.

“Untuk di Pulau Sumatera, kasus ini belum ada,” jelasnya.

Daerah yang sudah ditemukan leptospirosis pada tahun 2018 sampai 2019 ini adalah Pulau Jawa, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan, penyakit leptospirosis sudah menjadi KLB di daerah tersebut.

Dikatakan dr. Muthia, untuk mengantisipasi merebaknya penyakit leptospirosis, pihak Dinas Kesehatan Kota Medan sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, juga menmberi surat edaran kepada masyarakat dan penyuluhan ke Puskesmas.

Baca Lainnya : Waspada, Leptospirosis Berpotensi Merebak saat Genangan Banjir

“Penyuluhan di Puskesmas mulai dari kecamatan sampai kelurahan. Intinya kita selalu mengimbau masyarakat untuk selalu hidup bersih dan sehat,” ucapnya.

Pada tahun 2018, kasus leptospirosis dilaporkan ada di 7 provinsi lain yakni Banten 104 kasus dengan 26 kematian, DKI Jakarta terdapat 11 kasus dengan 2 kematian, Jawa Barat ada 2 kasus, tanpa angka kematian, dan DIY ada 186 kasus dengan 16 kematian.

Kasus leptospirosis di Jawa Tengah tercatat paling tinggi dengan 427 kasus leptospirosis dan 89 kematian, Jawa Timur ada 128 kasus dengan 10 kematian, serta Maluku ada 5 kasus dengan 2 kematian. Selain dari air kencing tikus, leptospirosis juga ditularkan dari air kencing kucing maupun anjing. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Mentan Amran: Mau Kaya, Jadi Petani!

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: