2.291 Warga NTT Dirawat Intensif Karena DBD, Korban Tewas Mencapai 24 Jiwa

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
19 Feb 2019   20:30

Komentar
2.291 Warga NTT Dirawat Intensif Karena DBD, Korban Tewas Mencapai  24 Jiwa

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan bahwa korban Demam Berdarah Dengue (DBD) terus bertambah. Jumlah korban yang dirawat intensif di rumah sakit sampai saat ini mencapai 2.291 orang. Sementara jumlah korban meninggal sampai tanggal 17 Februari 2019 mencapai 24 jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan NTT, dr. Dominggus Minggu Mere memprediksi, jumlah tersebut akan terus meningkat. “Data Januari 2019, tercatat 13 orang meninggal dan 1.028 orang terinveksi virus dengue,” ujarnya di Kupang, NTT, Selasa (19/2).

Baca Lainnya : DBD Merebak, 15.132 Kasus Tewaskan 145 Orang Selama Januari 2019

Untuk menekan jumlah penyebaran virus dengue, pihaknya terus mendorong masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup sehat dengan melakukan langkah 3M plus, dengan menguras, menutup dan mengubur sejumlah barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang membawa virus dengue.

Berdasarkan data Dinkes NTT, jumlah 24 orang meninggal terbanyak ada di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah meninggal 10 orang. Menyusul Kabupaten Kupang 3 orang dan selanjutnya Kabupaten Sikka, Ende dan Manggarai Barat dengan jumlah korban meninggal masing-masing 2 orang.

Sedangkan sisanya menyebar di Kabupaten Manggarai Timur, Sumba Barat dan Kabupaten Rote Ndao dengan masing-masing 1 korban meninggal.

Baca Lainnya : 9 Warga Meninggal Dunia, Pemkab Sumba Tetapkan KLB Demam Berdarah

Sementara untuk pasien DBD yang dirawat, terbanyak berada di Kabupaten manggarai Barat dengan jumlah pasien di angka 428 orang menyusul Kota Kupang dengan jumlah 400 orang dan Kabupaten Sumba Timur berjumlah 366 orang.

Selanjutnya Kabupaten Kupang berada di angka 168 pasien, Sumba Barat 124 orang, Timor Tengah Selatan (TTS) 107 orang, Ngada 104 orang dan Kabupaten Sikka 100 orang.

"Selebihnya berada di bawah angka 100," pungkas Dominggus. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: